{"id":47313,"date":"2026-05-20T01:21:26","date_gmt":"2026-05-20T01:21:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/bm\/uncategorized\/ueda-soroti-tekanan-harga-saat-boj-pertimbangkan-pengurangan-pembelian-dengan-imbal-hasil-jgb-lebih-tinggi-dan-volatilitas-yen-jadi-sorotan\/"},"modified":"2026-05-20T01:21:26","modified_gmt":"2026-05-20T01:21:26","slug":"ueda-soroti-tekanan-harga-saat-boj-pertimbangkan-pengurangan-pembelian-dengan-imbal-hasil-jgb-lebih-tinggi-dan-volatilitas-yen-jadi-sorotan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/live-updates\/ueda-soroti-tekanan-harga-saat-boj-pertimbangkan-pengurangan-pembelian-dengan-imbal-hasil-jgb-lebih-tinggi-dan-volatilitas-yen-jadi-sorotan\/","title":{"rendered":"Ueda Soroti Tekanan Harga saat BoJ Pertimbangkan Pengurangan Pembelian, dengan Imbal Hasil JGB Lebih Tinggi dan Volatilitas Yen Jadi Sorotan"},"content":{"rendered":"<p>Gubernur BoJ (Bank of Japan\/Bank Sentral Jepang) Kazuo Ueda mengatakan bank akan memantau tanda-tanda tekanan kenaikan harga dan mengambil kebijakan moneter (kebijakan bank sentral terkait suku bunga dan jumlah uang beredar) yang sesuai untuk mencapai target inflasi. Ia berbicara setelah pertemuan G7 (kelompok 7 negara ekonomi besar) para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Paris pada Selasa.<\/p>\n<p>Bank sentral G7 sepakat bahwa kenaikan harga energi memengaruhi ekspektasi inflasi (perkiraan masyarakat dan pelaku pasar soal arah inflasi ke depan), perekonomian, dan pasar keuangan. Ueda mengatakan data PDB (Produk Domestik Bruto\/GDP, ukuran total output ekonomi) terbaru sebagian besar sejalan dengan perkiraan BoJ, dan situasi Timur Tengah mulai berdampak.<\/p>\n<h3>Memantau Tekanan Harga<\/h3>\n<p>Ueda mengatakan BoJ perlu mengawasi tekanan kenaikan harga dengan ketat dan menyadari suku bunga jangka panjang naik cepat. Ia mengatakan BoJ akan menilai kondisi pasar dan kelancaran fungsi pasar saat mempertimbangkan rencana pengurangan pembelian aset (tapering, yaitu mengurangi pembelian obligasi\/aset oleh bank sentral).<\/p>\n<p>Ia juga mengatakan BoJ akan bekerja sama erat dengan pemerintah terkait kondisi pasar obligasi pemerintah Jepang (JGB, Japanese Government Bonds).<\/p>\n<p>Lingkungan ini menunjukkan peluang suku bunga naik, karena tekanan harga masih berlanjut. Kenaikan cepat suku bunga jangka panjang yang dikhawatirkan pada 2025 kemudian mendorong imbal hasil (yield, tingkat keuntungan tahunan obligasi) JGB tenor 10 tahun ke 1,5%, level yang tidak terlihat lebih dari satu dekade. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan opsi (kontrak derivatif yang memberi hak beli\/jual pada harga tertentu) atas kontrak berjangka (futures, kontrak membeli\/menjual aset di masa depan) JGB atau swap suku bunga (perjanjian menukar pembayaran bunga tetap dan mengambang) untuk melindungi risiko atau mengambil peluang jika BoJ pada akhirnya kembali menaikkan suku bunga.<\/p>\n<h3>Volatilitas Yen dan Perbedaan Arah Kebijakan<\/h3>\n<p>Volatilitas yen (naik-turun nilai tukar) tetap menjadi perhatian, dengan yen berada di sekitar 150 per dolar AS. Pernyataan soal kebijakan moneter yang \u201csesuai\u201d kini diuji oleh data PDB terbaru yang menunjukkan ekonomi menyusut 0,4% pada kuartal lalu, sehingga muncul dilema antara menekan inflasi dan mendukung pertumbuhan. Situasi ini mengarah pada pergerakan naik-turun yang berlanjut pada USD\/JPY, sehingga strategi seperti mengambil posisi yang diuntungkan dari volatilitas (misalnya lewat opsi) bisa menarik.<\/p>\n<p>Kami melihat laju tapering dan normalisasi kebijakan (kembali menuju kebijakan \u201cnormal\u201d seperti suku bunga positif dan intervensi pasar yang lebih kecil) BoJ yang lambat membuat kebijakannya berbeda dari bank sentral utama lain. Bahkan setelah keluar dari suku bunga negatif, selisih kebijakan tetap besar, mendorong carry trade (strategi meminjam pada mata uang berbunga rendah lalu membeli aset\/mata uang berbunga lebih tinggi) dan menahan USD\/JPY tetap tinggi. Posisi derivatif yang bertaruh pada penguatan yen besar perlu mempertimbangkan tren ini.<\/p>\n<p><b><a href=\"https:\/\/www.vtmarkets.com\/trade-now\/\">Buat akun live VT Markets<\/a> dan <a href=\"https:\/\/myaccount.vtmarkets.com\/login\">mulai trading<\/a> sekarang. <\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BoJ beri isyarat pantau tekanan harga pasca G7, namun GDP Jepun mengecut. Yen kekal lemah sekitar 150\/USD, yield JGB 10 tahun 1.5%. Pelabur intai tapering perlahan, volatiliti dan peluang derivatif.<\/p>\n","protected":false},"author":103,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"class_list":["post-47313","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":{"acf_article_selection_author":null},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/103"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47313"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47313\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}