{"id":47207,"date":"2026-05-18T23:51:40","date_gmt":"2026-05-18T23:51:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/bm\/uncategorized\/sinyal-as-iran-yang-saling-bertentangan-memicu-fluktuasi-wti-saat-pelaku-pasar-memperhitungkan-volatilitas-opsi-seputar-pembicaraan-sanksi\/"},"modified":"2026-05-18T23:51:40","modified_gmt":"2026-05-18T23:51:40","slug":"sinyal-as-iran-yang-saling-bertentangan-memicu-fluktuasi-wti-saat-pelaku-pasar-memperhitungkan-volatilitas-opsi-seputar-pembicaraan-sanksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/live-updates\/sinyal-as-iran-yang-saling-bertentangan-memicu-fluktuasi-wti-saat-pelaku-pasar-memperhitungkan-volatilitas-opsi-seputar-pembicaraan-sanksi\/","title":{"rendered":"Sinyal AS-Iran yang saling bertentangan memicu fluktuasi WTI saat pelaku pasar memperhitungkan volatilitas opsi seputar pembicaraan sanksi"},"content":{"rendered":"<p>Axios melaporkan pada Senin bahwa proposal terbaru Iran kepada AS dinilai Gedung Putih \u201ctidak cukup untuk menjadi kesepakatan\u201d, mengutip seorang pejabat senior AS.<\/p>\n<p>Tasnim, kantor berita Iran, melaporkan bahwa AS setuju mencabut sanksi minyak Iran, mengutip sumber yang dekat dengan tim perunding. Laporan itu menyebut pencabutan sanksi bersifat sementara, sementara Teheran menuntut semua sanksi dicabut sebagai bagian dari komitmen AS.<\/p>\n<h3>Reaksi Pasar atas Sinyal yang Bertolak Belakang<\/h3>\n<p>Setelah berita tersebut, harga minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) berbalik menguat, naik 1,79% menjadi US$102,76 per barel.<\/p>\n<p>Berita yang saling bertentangan dari perundingan AS-Iran ini memicu volatilitas (naik-turun harga yang cepat dan tajam) yang besar di pasar. Dengan minyak mentah WTI diperdagangkan sekitar US$88 per barel pada pertengahan Mei 2026, peluang tercapainya kesepakatan, meski sementara, dapat mengubah perkiraan pasokan secara drastis. Ketidakpastian inilah yang biasanya dicari trader derivatif (produk turunan seperti opsi dan kontrak berjangka yang nilainya mengikuti aset acuan, misalnya minyak).<\/p>\n<p>Pernyataan Gedung Putih yang menyebut proposal Iran \u201ctidak cukup\u201d mengindikasikan peluang besar perundingan kembali gagal, seperti yang terjadi sepanjang 2025. Jika gagal, pasokan minyak Iran tetap tertahan, sehingga harga minyak mentah berpotensi terdorong lagi mendekati US$100. Trader dapat mempertimbangkan membeli call option (opsi beli, hak untuk membeli pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) jangka dekat untuk memanfaatkan potensi lonjakan harga.<\/p>\n<p>Sebaliknya, walau hanya pelonggaran sementara sanksi, sekitar 1,3 juta barel per hari minyak Iran bisa kembali masuk ke pasar global dalam beberapa bulan. Tambahan pasokan mendadak ini akan menekan harga, dan WTI berpotensi turun ke kisaran awal US$80-an. Skenario ini membuat put option (opsi jual, hak untuk menjual pada harga tertentu sebelum jatuh tempo) menarik sebagai lindung nilai (hedging, strategi untuk mengurangi risiko) atau posisi spekulatif (bertaruh pada arah harga untuk mencari untung).<\/p>\n<h3>Memanfaatkan Volatilitas lewat Derivatif Minyak<\/h3>\n<p>Karena hasil negosiasi ini cenderung \u201cdua kemungkinan\u201d (berhasil atau gagal), strategi yang lebih hati-hati adalah memperdagangkan volatilitasnya. Kita masih ingat ayunan harga tajam saat geopolitik memanas pada 2024, dan situasinya terasa mirip. Membuka long straddle atau strangle (strategi opsi yang membeli call dan put; straddle memakai strike yang sama, strangle memakai strike berbeda) memungkinkan trader meraih keuntungan bila harga bergerak besar ke salah satu arah, yang tampaknya sangat mungkin terjadi dalam beberapa pekan ke depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Isyarat bercanggah rundingan AS-Iran gegarkan pasaran: White House kata cadangan Iran \u201ctak cukup\u201d, tetapi media Iran dakwa pelonggaran sementara sekatan minyak. WTI melantun; volatiliti tinggi jadikan opsyen\/straddle taruhan.<\/p>\n","protected":false},"author":103,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"class_list":["post-47207","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":{"acf_article_selection_author":null},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/103"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47207"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47207\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}