{"id":47199,"date":"2026-05-18T21:55:15","date_gmt":"2026-05-18T21:55:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/bm\/uncategorized\/lonjakan-belanja-pertahanan-eropa-mendongkrak-pertumbuhan-tetapi-berisiko-memicu-inflasi-dan-kenaikan-suku-bunga\/"},"modified":"2026-05-18T21:55:15","modified_gmt":"2026-05-18T21:55:15","slug":"lonjakan-belanja-pertahanan-eropa-mendongkrak-pertumbuhan-tetapi-berisiko-memicu-inflasi-dan-kenaikan-suku-bunga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/live-updates\/lonjakan-belanja-pertahanan-eropa-mendongkrak-pertumbuhan-tetapi-berisiko-memicu-inflasi-dan-kenaikan-suku-bunga\/","title":{"rendered":"Lonjakan Belanja Pertahanan Eropa Mendongkrak Pertumbuhan, tetapi Berisiko Memicu Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga"},"content":{"rendered":"<p>Eropa meningkatkan belanja pertahanan setelah puluhan tahun pemangkasan, terkait perang di Ukraina, rivalitas kekuatan yang lebih luas, serta ketidakpastian dukungan keamanan dari AS. Anggaran yang lebih besar bisa mendorong PDB (produk domestik bruto) dalam jangka pendek karena permintaan naik lewat pembelian pemerintah dan perekrutan tenaga kerja.<\/p>\n<p>Belanja ini bekerja seperti stimulus fiskal (dorongan ekonomi lewat belanja dan kebijakan anggaran pemerintah) ketika pemerintah merekrut personel, membeli peralatan, membangun fasilitas, dan membiayai kemampuan siber. Hal ini dapat menaikkan aktivitas industri dan pasar tenaga kerja.<\/p>\n<h3>Risiko Jangka Menengah dari Kenaikan Cepat<\/h3>\n<p>Riset IMF (Dana Moneter Internasional) menunjukkan risiko jangka menengah ketika belanja pertahanan naik cepat dan dibiayai lewat defisit anggaran yang lebih besar (kekurangan antara pendapatan dan belanja negara). IMF juga menyoroti risiko inflasi (kenaikan harga) dan suku bunga yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>IMF menyebut penumpukan belanja pertahanan dapat mendorong harga naik sementara, terutama ketika ekonomi sudah mendekati kapasitas penuh (tenaga kerja dan pabrik sudah sangat terpakai). Dampaknya bergantung pada pengganda fiskal (seberapa besar belanja pemerintah mengerek total aktivitas ekonomi), dinamika utang (arah dan kemampuan membayar utang), serta kondisi inflasi.<\/p>\n<p>Sejumlah pemerintah Eropa juga ingin memperluas produksi dalam negeri untuk amunisi, AI\/kecerdasan buatan (teknologi komputer yang meniru kemampuan berpikir), satelit, pertahanan siber, dan teknologi maju lainnya. Ini dapat membentuk kebijakan industri dan memengaruhi produktivitas (efisiensi menghasilkan barang\/jasa) serta daya saing dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Perlombaan persenjataan kembali di Eropa menjadi stimulus fiskal besar, mirip fase peningkatan belanja pada periode sebelumnya. Jerman baru memastikan anggaran pertahanannya mencapai 2,5% dari PDB tahun ini. Tren ini terjadi di seluruh kawasan, dengan anggota Eropa NATO menambah belanja baru kolektif lebih dari US$80 miliar sejak awal 2025. Permintaan yang digerakkan pemerintah ini langsung mendongkrak output industri dan angka ketenagakerjaan.<\/p>\n<h3>Implikasi Pasar untuk Suku Bunga dan Inflasi<\/h3>\n<p>Belanja ini ikut mendorong inflasi yang dalam setahun terakhir terbukti sulit turun. Data CPI (indeks harga konsumen) Zona Euro April tercatat 2,8%, lebih tinggi dari perkiraan, didorong biaya input industri (biaya bahan\/komponen produksi). Ini memicu kekhawatiran di ECB (Bank Sentral Eropa). Artinya fase disinflasi (perlambatan laju kenaikan harga, bukan penurunan harga) setelah guncangan energi awal 2020-an tampaknya sudah berlalu.<\/p>\n<p>Bagi pelaku pasar, ini mengarah pada skenario suku bunga lebih tinggi dan bertahan lebih lama. Pertimbangkan swap suku bunga (kontrak tukar arus bunga untuk lindung nilai) untuk melindungi risiko kenaikan bunga, atau membeli put (opsi jual untuk untung saat harga turun) pada kontrak berjangka obligasi pemerintah bertenor panjang, seperti Bund Jerman (obligasi pemerintah Jerman). Pasar kini memasang peluang 40% untuk kenaikan suku bunga ECB pada kuartal IV, berbalik dari sentimen awal tahun.<\/p>\n<p>Situasi ini menciptakan pemenang yang jelas di pasar saham, terutama sektor pertahanan dan industri teknologi tinggi. Indeks STOXX Europe Aerospace &#038; Defence sudah naik 18% sejak awal tahun, melanjutkan reli kuat sepanjang 2025. Momentum ini menunjukkan strategi membeli call (opsi beli untuk untung saat harga naik) atau menyusun bull call spread (strategi opsi beli dengan membatasi biaya dan potensi untung) pada perusahaan seperti Rheinmetall dan BAE Systems masih relevan.<\/p>\n<p>Potensi inflasi Zona Euro yang bertahan dan respons bank sentral juga bisa memperkuat Euro. Mengingat The Fed (bank sentral AS) memberi sinyal sikap lebih netral, posisi long (posisi beli) EUR\/USD lewat kontrak berjangka atau call dapat memberi peluang kenaikan. Strategi ini diuntungkan oleh pelebaran perkiraan selisih suku bunga (interest rate differential) antara ECB dan bank sentral besar lain.<\/p>\n<p>Dari sisi volatilitas (tingkat naik-turun harga), perbedaan antara prospek pertumbuhan yang kuat dan risiko kenaikan suku bunga menimbulkan ketidakpastian. Volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas dari harga opsi) pada Euro Stoxx 50 tetap tinggi dibanding rata-rata historis pada tahap siklus ekonomi ini. Membeli call pada indeks VSTOXX (indeks volatilitas untuk Euro Stoxx 50) bisa menjadi cara melindungi portofolio dari guncangan pasar mendadak akibat kejutan kebijakan yang lebih \u201chawkish\u201d (lebih cenderung mengetatkan kebijakan, misalnya menaikkan suku bunga).<\/p>\n<p><b><a href=\"https:\/\/www.vtmarkets.com\/trade-now\/\">Buat akun live VT Markets<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/myaccount.vtmarkets.com\/login\">mulai trading<\/a>\u00a0sekarang. <\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perlumbaan belanja pertahanan Eropah jadi pemangkin pertumbuhan jangka pendek, namun IMF beri amaran inflasi, defisit dan kadar faedah lebih tinggi. Pasaran kini memihak saham pertahanan, euro dan lindung nilai volatiliti.<\/p>\n","protected":false},"author":103,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"class_list":["post-47199","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":{"acf_article_selection_author":null},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/103"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47199"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47199\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}