{"id":46958,"date":"2026-05-14T21:27:35","date_gmt":"2026-05-14T21:27:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/bm\/uncategorized\/perak-turun-ke-8470-ketika-dolar-menguat-dan-imbal-hasil-naik-picu-ambil-untung-dipicu-the-fed\/"},"modified":"2026-05-14T21:27:35","modified_gmt":"2026-05-14T21:27:35","slug":"perak-turun-ke-8470-ketika-dolar-menguat-dan-imbal-hasil-naik-picu-ambil-untung-dipicu-the-fed","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/live-updates\/perak-turun-ke-8470-ketika-dolar-menguat-dan-imbal-hasil-naik-picu-ambil-untung-dipicu-the-fed\/","title":{"rendered":"Perak Turun ke $84,70 ketika Dolar Menguat dan Imbal Hasil Naik Picu Ambil Untung Dipicu The Fed"},"content":{"rendered":"<p>Perak turun 3,20% pada Kamis, dengan XAG\/USD diperdagangkan di sekitar $84,70. Penurunan ini terjadi setelah kenaikan sebelumnya, seiring pelaku pasar mengambil untung saat menilai ulang arah kebijakan Federal Reserve (bank sentral AS).<\/p>\n<p>Kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury (obligasi pemerintah AS) dan menguatnya Dolar AS menurunkan minat pada logam yang tidak memberi imbal hasil (aset tanpa bunga) seperti perak. Pasar juga memasukkan perhitungan pesan The Fed yang agresif (hawkish, yaitu cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi) dan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.<\/p>\n<p>Data inflasi AS terus menunjukkan tekanan harga masih sulit turun, sementara kondisi pasar tenaga kerja relatif stabil. Ini mengurangi alasan The Fed untuk segera melonggarkan kebijakan moneter (monetary easing, yaitu penurunan suku bunga atau langkah lain untuk mendorong ekonomi).<\/p>\n<p>Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid mengatakan inflasi yang masih tinggi tetap menjadi risiko terpenting bagi ekonomi. Ia juga menyebut harga minyak yang tinggi memengaruhi belanja rumah tangga dan biaya bisnis.<\/p>\n<p>Perak sering dipakai sebagai penyimpan nilai (store of value, aset yang diharapkan menjaga nilai saat harga barang naik) dan dapat dibeli dalam bentuk koin, batangan, atau lewat ETF (exchange traded fund, reksa dana yang diperdagangkan di bursa) yang mengikuti harga perak. Harganya dapat dipengaruhi pergerakan Dolar AS, suku bunga, risiko geopolitik, pasokan tambang, dan pasokan dari daur ulang.<\/p>\n<p>Permintaan industri dari sektor seperti elektronik dan energi surya dapat menggerakkan harga, bersama kondisi ekonomi di AS, China, dan India. Perak sering bergerak mengikuti emas, dan rasio emas\/perak (gold\/silver ratio, perbandingan harga emas terhadap perak) dipakai untuk menilai apakah perak relatif lebih murah atau lebih mahal dibanding emas.<\/p>\n<p>Dengan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik di atas 4,75%, aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi kurang menarik untuk dipegang. The Fed memberi sinyal akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, terutama setelah laporan Indeks Harga Konsumen (CPI, ukuran inflasi dari harga barang dan jasa) pekan lalu lebih tinggi dari perkiraan di 3,8%. Sikap agresif ini menekan harga perak.<\/p>\n<p>Seiring momentum turun ini, muncul peluang strategi turunan (derivatif, kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan) bernada negatif, seperti membeli opsi jual (put, kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) atau membuka posisi jual di kontrak berjangka (short futures, bertaruh harga akan turun). Kenaikan yang sempat mendorong perak menuju $88 kini terlihat terlalu tinggi, dan koreksi ke area $84 dinilai wajar saat trader mengamankan keuntungan. Level dukungan (support, area harga yang sering menahan penurunan) penting berikutnya dipantau di sekitar $82,50 dalam beberapa pekan ke depan.<\/p>\n<p>Indeks Dolar AS yang bertahan di atas 106 menambah tekanan, karena dolar yang kuat membuat perak lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Inflasi yang tetap keras kepala memaksa penyesuaian harga besar di pasar logam mulia. Kondisi ini mendukung strategi jangka pendek yang diuntungkan oleh penguatan dolar.<\/p>\n<p>Rasio emas\/perak yang naik kembali ke 85:1 menunjukkan perak berkinerja lebih lemah daripada emas, tanda klasik sentimen menghindari risiko (risk-off, investor memilih aset yang dianggap lebih aman). Pembalikan rasio ini bisa menjadi sinyal awal tekanan jual perak mulai mereda, namun tanda itu belum terlihat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perak menjunam 3.2% ke $84.70 apabila hasil bon AS dan dolar mengukuh, pasaran mengunci untung sambil menilai Fed kekal hawkish. Fokus kini sokongan $82.50; ratio emas\/perak 85:1 isyarat risk-off.<\/p>\n","protected":false},"author":103,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"class_list":["post-46958","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-live-updates"],"acf":{"acf_article_selection_author":null},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/103"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46958\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.vtmarkets.com\/ms-asia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}