This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

USD/JPY Mendekati 159 seiring Dolar Menguat, BoJ Tetap pada Sikapnya dan Kekhawatiran Intervensi Masih Membayangi di Dekat 160

by VT Markets
/
May 20, 2026

USD/JPY naik selama sesi London dan New York pada Selasa, sempat menembus sedikit di atas 159,00 dan ditutup di sekitar 159,00, didorong penguatan Dolar AS. Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) mempertahankan kebijakan, sambil menyebut tekanan harga mulai mereda kembali menuju target.

CPI (Consumer Price Index/indeks harga konsumen) nasional Jepang April diperkirakan 1,5% (year-on-year/yoy, dibanding periode yang sama tahun lalu). CPI di luar makanan segar diproyeksikan 1,7% dari sebelumnya 1,8%, sementara CPI di luar makanan dan energi diperkirakan 2,4%. Angka-angka ini menunjukkan inflasi lebih lembut, sehingga mendukung ekspektasi kebijakan tetap.

Key Levels And Upcoming Data

Level 160,00 tetap menjadi penanda penting setelah episode intervensi sebelumnya, menyusul puncak year-to-date (sepanjang tahun berjalan) sedikit di atas 160,00 pada Mei dan penurunan ke sekitar 156,00. Perhatian juga tertuju pada jadwal rilis data AS: risalah FOMC (Federal Open Market Committee/komite penentu suku bunga The Fed) pada Rabu pukul 18:00 GMT, serta PMI kilat (Purchasing Managers’ Index/indeks aktivitas bisnis awal) pada Kamis, dengan manufaktur diperkirakan 54 dan jasa sekitar 51.

Pada grafik lima menit, USD/JPY berada di 159,06, di atas pembukaan hari itu 158,77, dengan Stochastic RSI (indikator momentum berbasis RSI untuk mengukur kondisi jenuh beli/jenuh jual) di sekitar 76,8. Pada grafik harian, USD/JPY berada di 159,06, di atas EMA 50 hari (Exponential Moving Average/rata-rata bergerak eksponensial yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru) di 158,17 dan EMA 200 hari di 155,29, dengan Stochastic RSI sekitar 54.

Strategy Considerations For Traders

Mengingat intervensi tahun lalu di dekat level 160, trader perlu waspada untuk tidak menganggap pergerakan naik akan mulus. Dengan USD/JPY saat ini diperdagangkan di sekitar 156,50, pasar tampak enggan kembali menguji ketegasan otoritas dalam waktu dekat. Ini menciptakan “plafon” yang membatasi potensi kenaikan untuk sementara.

Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi), kondisi ini mengarah pada strategi menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli yang harga strike-nya di atas harga saat ini, sehingga kecil peluangnya langsung “masuk uang”). Dengan strike di kisaran 159–160, trader bisa mengantongi premi (imbalan yang diterima penjual opsi), dengan asumsi peluang otoritas Jepang menahan tembusan signifikan di atas zona tersebut cukup besar. Strategi ini bertujuan untung saat pasangan tidak naik, bukan bertaruh pada penurunan.

Pendekatan lain adalah memperdagangkan volatilitas (besarnya naik-turun harga). Dorongan dari selisih suku bunga dan tarikan risiko intervensi bisa memicu pergerakan tajam bila salah satu pihak “mengalah”. Membeli straddle opsi (membeli call dan put di strike yang sama) dapat menjadi cara untuk bersiap menghadapi pergerakan besar ke salah satu arah, tanpa harus menebak apakah The Fed atau BoJ yang lebih dulu memberi kejutan pasar.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code