GBP/USD turun ke sekitar 1,3415 pada perdagangan Asia Selasa. Pound melemah terhadap Dolar AS di tengah gejolak politik di Inggris.
Pasar juga dipengaruhi ekspektasi Federal Reserve (bank sentral AS) yang lebih agresif dalam kebijakan suku bunga. Pelaku pasar menunggu laporan ketenagakerjaan Inggris yang rilis Selasa.
Politik Inggris dan Penguatan Dolar
Pola yang kembali terlihat: kekhawatiran politik di Inggris dan penguatan dolar AS menekan Pound. Pada ketidakstabilan akhir 2025, kejadian serupa menekan tajam dan mendorong pasangan ini jauh di bawah 1,3400. Dengan GBP/USD kini diperdagangkan dekat 1,2850, sentimen pasar tetap rapuh menjelang pernyataan fiskal (kebijakan anggaran dan pajak) dari Menteri Keuangan.
Fokus utama saat ini adalah perbedaan arah kebijakan bank sentral yang memicu gejolak harga. Data inflasi AS terbaru sedikit lebih tinggi dari perkiraan di 3,1%, sehingga ekspektasi penurunan suku bunga Fed mundur ke musim gugur. Sementara itu, inflasi Inggris yang masih sulit turun di 3,5% membuat Bank of England (bank sentral Inggris) berada dalam posisi sulit, sehingga suku bunga tetap 5,00%.
Kondisi ini membuat sebagian trader mempertimbangkan opsi (kontrak derivatif untuk membeli/menjual di harga tertentu) sebagai pelindung dari pergerakan tajam. Mengingat risiko penurunan dari dolar yang kuat dan ketidakpastian domestik Inggris, membeli opsi put GBP/USD (hak menjual) dengan strike price (harga kesepakatan) di bawah 1,2800 bisa menjadi strategi yang masuk akal. Strategi ini memungkinkan keuntungan saat pound turun, dengan risiko maksimum yang sudah ditetapkan.
Strategi dan Pemicu Risiko Utama
Sebagai alternatif, bagi yang memperkirakan harga akan tetap bergerak dalam kisaran, menjual covered call (menjual opsi beli sambil memegang aset/kepemilikan sebagai lindung nilai) di atas resistance (area harga yang sulit ditembus) 1,2950 bisa menghasilkan pendapatan. Namun tetap perlu waspada jika ada komentar Bank of England yang lebih agresif soal suku bunga. Sinyal bahwa mereka lebih khawatir terhadap inflasi dibanding Fed dapat memicu reli (kenaikan cepat) pound yang tajam, meski kemungkinan sementara.