Rupee India Menguat Tipis saat Harga Minyak Turun, sementara Ketegangan Hormuz dan Data PCE AS Membayangi

by VT Markets
/
May 27, 2026

Rupee India dibuka sedikit lebih kuat terhadap dolar AS, dengan USD/INR turun menuju 95,70 seiring WTI (patokan harga minyak mentah AS) melemah 1,8% ke sekitar US$90,80. Penurunan minyak ini biasanya mendukung mata uang negara pengimpor minyak karena biaya impor energi turun.

Risiko geopolitik tetap jadi perhatian setelah Iran menyatakan AS melanggar gencatan senjata menyusul serangan di selatan Iran yang oleh Komando Pusat AS (US Central Command/USCENTCOM, komando militer AS untuk kawasan Timur Tengah) disebut sebagai aksi membela diri. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC, pasukan elite Iran) mengancam akan melakukan balasan. Pembicaraan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz berlanjut lewat mediator. Jalur ini mengalirkan hampir 20% pasokan energi global, sehingga gangguan di sana bisa mengerek harga minyak.

Investor institusi asing (Foreign Institutional Investors/FII, investor besar dari luar negeri) masih berhati-hati di saham India, mencatat penjualan Rp 2.407,87 crore pada Selasa setelah membeli Rp 821,75 crore pada Senin. Dolar bergerak sempit di dekat 99,00 menjelang rilis Indeks Harga PCE (Personal Consumption Expenditures, ukuran inflasi belanja konsumsi) AS April pada Kamis. Core PCE (PCE inti, inflasi tanpa harga energi dan pangan yang bergejolak) diperkirakan 3,3% secara tahunan (year on year/yoy, dibanding tahun lalu) dari 3,2% pada Maret, dengan kenaikan 0,3% secara bulanan (month on month/mom, dibanding bulan lalu).

Secara teknikal, USD/INR bertahan di atas EMA 20 hari (Exponential Moving Average, rata-rata bergerak yang lebih menekankan data terbaru) di 95,4387, dengan RSI (Relative Strength Index, indikator kekuatan tren) dekat 56. Support (area penahan turun) berada di sekitar 95,44 lalu 95,00, sementara resistance (area penahan naik) terlihat di 96,37 dan sekitar 97,00.

Kekuatan Rupee dan Ketegangan Geopolitik

Rupee India menguat karena harga minyak WTI turun dan kini mendekati US$90 per barel. Namun penguatan ini tertahan oleh arus keluar besar FII. NSDL (National Securities Depository Limited, lembaga penyimpanan/penyelesaian efek di India) melaporkan arus keluar bersih lebih dari ₹20.000 crore sepanjang Mei sejauh ini. Kondisi ini membuat USD/INR cenderung bertahan di sekitar 95,70.

Pemicu utama dalam beberapa pekan ke depan adalah negosiasi AS–Iran terkait Selat Hormuz. Pasar dinilai belum memasukkan penuh risiko “dua arah” (binary risk, hasilnya bisa sangat berbeda: kesepakatan tercapai atau gagal) dari peristiwa ini. Implied volatility (perkiraan volatilitas dari harga opsi, mencerminkan besarnya pergerakan yang diantisipasi pasar) untuk opsi USD/INR tenor satu bulan hanya 6,5%, lebih rendah dari 8% saat ketegangan serupa pada akhir 2024. Strategi membeli opsi seperti straddle (membeli call dan put pada strike yang sama untuk mengejar pergerakan besar ke salah satu arah) bisa dipakai untuk memanfaatkan lonjakan harga, terlepas dari hasil negosiasi.

Data AS, Kebijakan The Fed, dan Strategi Opsi

Perhatian juga tertuju pada data Core PCE AS, indikator inflasi yang paling diperhatikan Federal Reserve/The Fed (bank sentral AS). Konsensus pasar memperkirakan 3,3% yoy. Jika angka lebih tinggi dari perkiraan, itu bisa menguatkan sikap hawkish The Fed (kebijakan cenderung ketat: suku bunga tinggi/naik untuk menahan inflasi). Dampaknya, dolar AS bisa menguat dan mendorong USD/INR naik menuju resistance 96,37.

Dari sisi teknikal, pasangan ini masih di atas EMA 20 hari, yang mengindikasikan dorongan naik (bullish momentum, kecenderungan menguat) untuk dolar AS. Dengan peluang naik menuju 97,00 (puncak tertinggi sebelumnya), sebagian pelaku pasar melihat opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan strike di atas harga saat ini; lebih murah tetapi butuh kenaikan lebih besar agar untung) menarik. Contohnya, opsi mingguan dengan strike 96,50 dapat menjadi cara berbiaya rendah untuk bersiap jika terjadi breakout (penembusan level penting) setelah rilis PCE atau muncul kabar buruk dari Iran.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code