Produksi aluminium China mencetak rekor saat persediaan membengkak, meningkatkan risiko penurunan harga

by VT Markets
/
May 19, 2026

Analis Commerzbank Barbara Lambrecht dan Volkmar Baur melaporkan tren yang beragam di pasar logam China, dengan produksi aluminium naik sementara permintaan tetap lemah. Mereka mencatat pasokan dalam negeri meningkat lebih cepat daripada konsumsi dalam negeri.

Pada April, output aluminium primer (aluminium murni dari proses peleburan bijih, bukan hasil daur ulang) China 3,1% lebih tinggi dibanding setahun sebelumnya, setelah naik 2,7% pada Maret. Produksi harian mencapai rekor 129.000 ton.

Pasokan Aluminium China Melampaui Permintaan

Margin yang kuat (selisih keuntungan antara harga jual dan biaya produksi), didukung harga aluminium yang lebih tinggi dan biaya alumina (bahan baku utama untuk memproduksi aluminium) yang lebih rendah, mendorong output melampaui batas produksi tahunan pemerintah sebesar 45 juta ton. Laju produksi April jika dihitung setahun penuh setara 47 juta ton.

China meningkatkan ekspor aluminium pada April, tetapi persediaan dalam negeri tetap naik karena permintaan tidak mengimbangi. Data Shanghai Metal Markets menunjukkan persediaan telah berlipat dua tahun ini menjadi 1,37 juta ton, level tertinggi dalam enam tahun.

Artikel ini dibuat menggunakan alat AI dan diperiksa oleh editor.

Perbedaan antara produksi aluminium China dan permintaan domestiknya menciptakan peluang yang jelas. Output rekor, didorong margin tinggi, membanjiri pasar ketika konsumsi dalam negeri tidak mengikuti. Ini terlihat dari persediaan di Shanghai Futures Exchange (bursa berjangka di Shanghai untuk kontrak komoditas), yang telah naik lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun dan berada dekat level tertinggi beberapa tahun.

Permintaan Properti yang Lemah Menekan Konsumsi

Kelebihan pasokan ini terjadi ketika sumber utama permintaan domestik, sektor properti, masih lemah. Data terbaru untuk April 2026 menunjukkan investasi properti di China turun lagi 9,8% secara tahunan, melanjutkan pelemahan panjang. Sementara data PMI manufaktur (indeks survei aktivitas pabrik; di atas 50 berarti ekspansi) berada sedikit di atas 50 yang menandakan ekspansi, lemahnya konstruksi menekan konsumsi logam.

Dengan beban persediaan ini, kami menilai arah yang paling mungkin untuk harga aluminium adalah turun dalam beberapa pekan ke depan. Harga LME (London Metal Exchange, bursa logam global) saat ini, yang bergerak di sekitar US$2.550 per ton, tampak belum mencerminkan kondisi dasar (fundamental: pasokan-permintaan nyata) yang lemah di China. Kami melihat ini sebagai momen untuk membuka posisi bearish (posisi yang diuntungkan jika harga turun).

Karena itu, trader dapat mempertimbangkan membeli opsi put (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk menjual pada harga tertentu) pada futures aluminium (kontrak berjangka: perjanjian jual-beli di masa depan) untuk bertaruh harga turun sambil membatasi risiko. Penurunan menuju US$2.400 terlihat masuk akal saat pasar mencerna skala kenaikan persediaan. Strategi ini memungkinkan keuntungan dari potensi penurunan tanpa risiko tak terbatas seperti posisi short futures (posisi jual berjangka untuk mendapat untung saat harga turun).

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code