Pound Anjlok Saat Kegelisahan soal Kepemimpinan Inggris dan Imbal Hasil Gilt Mengguncang Pasar, Dolar AS Menguat

by VT Markets
/
May 14, 2026

GBP/USD turun untuk hari ketiga pada Kamis, diperdagangkan di dekat 1,3482 dan melemah hampir 0,30%. Pergerakan ini terjadi saat Dolar AS menguat dan ketidakpastian politik di Inggris meningkat.

Pembicaraan soal tantangan kepemimpinan terhadap Perdana Menteri Keir Starmer menguat setelah hasil pemilu lokal Partai Buruh mengecewakan. Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting mengundurkan diri pada Kamis dan disebut sebagai kandidat pengganti.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Inggris naik pada awal pekan karena pasar menilai ulang prospek kebijakan fiskal (kebijakan pajak dan belanja negara). Yield gilt (obligasi pemerintah Inggris) tenor 30 tahun sempat menyentuh sekitar 5,8%, tertinggi sejak 1998, dan yield tenor 10 tahun naik di atas 5,1%, tertinggi sejak 2008.

Yield turun kembali pada Kamis, karena Streeting dipandang lebih “ramah pasar” dari sisi fiskal (dinilai cenderung mendukung disiplin anggaran). Namun, ketidakpastian politik tetap menjadi faktor bagi pasar Inggris dan ekspektasi kebijakan.

Ketegangan geopolitik juga mendukung Dolar AS, dengan pembicaraan AS-Iran yang mandek dan harga minyak lebih tinggi. Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) berada di sekitar 98,73, tertinggi dalam dua pekan.

Di Inggris, pelaku pasar menghitung peluang setidaknya dua kali kenaikan suku bunga Bank of England hingga akhir tahun. Di AS, inflasi yang lebih kuat terkait biaya energi membuat pasar semakin memasukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun.

Penjualan Ritel AS naik 0,5% dibanding bulan sebelumnya (month-on-month) pada April, setelah naik 1,6% pada Maret. Retail Sales Control Group (komponen penjualan ritel yang menghapus kategori yang volatil seperti mobil, bensin, dan bahan bangunan; sering dipakai untuk menghitung belanja konsumen dalam PDB) juga naik 0,5%, setelah sebelumnya naik 0,8%.

Kita mengingat gejolak politik di Inggris tahun lalu, yang membuat GBP/USD turun menuju 1,3482 di tengah tantangan kepemimpinan di dalam pemerintahan Partai Buruh. Ketidakpastian itu mendorong yield obligasi Inggris melonjak, dengan yield gilt 10 tahun naik di atas 5,1%, level yang tidak terlihat sejak 2008. Kondisi ini menekan pound terhadap dolar AS yang menguat.

Periode ketidakstabilan tersebut juga mengingatkan pada krisis “mini-budget” 2022, ketika kekhawatiran fiskal serupa di bawah pemerintahan lain mendorong pound jatuh ke rekor terendah mendekati 1,03 per dolar AS. Sejarah menunjukkan: ketika pasar kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan politik Inggris, mata uang biasanya yang paling cepat terpukul. Bank of England bahkan sempat melakukan intervensi darurat pada 2022 untuk menstabilkan harga obligasi yang anjlok (intervensi darurat: langkah cepat bank sentral, misalnya membeli obligasi, untuk menenangkan pasar).

Dalam beberapa pekan ke depan, kita perlu peka terhadap tanda-tanda gesekan politik baru di pemerintahan Inggris. Pelajaran utama dari tahun lalu adalah peristiwa seperti ini memicu lonjakan volatilitas (volatilitas: seberapa besar dan cepat harga berayun). Hal itu terlihat ketika volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) tenor satu bulan untuk GBP/USD melonjak lebih dari 15% saat kejadian tersebut. Situasi seperti ini membuat strategi opsi (opsi: kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu) yang diuntungkan oleh pergerakan harga besar menjadi lebih menarik.

Dolar AS tetap didukung oleh The Fed yang enggan menurunkan suku bunga karena inflasi bertahan. Data terbaru Core PCE Price Index (inflasi inti PCE: ukuran inflasi pilihan The Fed yang mengecualikan makanan dan energi karena lebih bergejolak) menunjukkan kenaikan 2,8% secara tahunan (year-over-year). Perbedaan arah kebijakan (policy divergence: perbedaan sikap suku bunga antar bank sentral) dengan Bank of England, yang menghadapi ekonomi Inggris lebih lemah, masih menguntungkan dolar. Indeks Dolar AS (DXY) mencerminkan kekuatan ini, baru-baru ini diperdagangkan di atas 105,00, jauh di atas level 98,73 saat gejolak Inggris tahun lalu.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code