Pembicaraan Iran-Oman soal Hormuz dan jalur komunikasi belakang layar AS menenangkan pasar, membuat risiko pada opsi minyak mentah masih terdiskon hingga terlalu murah

by VT Markets
/
May 18, 2026

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Senin, saat sesi perdagangan Eropa, bahwa tim teknis Iran dan Oman bertemu pekan lalu di Oman. Mereka membahas cara memastikan jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menyampaikan pembicaraan dengan Amerika Serikat masih berlangsung melalui Pakistan. Baik Iran maupun AS telah memberikan pernyataan terkait usulan terbaru dari Iran.

Tuntutan Iran dan Fokus Diplomasi

Tuntutan Teheran mencakup pencairan dana Iran yang dibekukan (aset keuangan yang ditahan di luar negeri sehingga tidak bisa digunakan) dan pencabutan sanksi (pembatasan ekonomi dan keuangan yang dijatuhkan oleh negara lain). Iran mengatakan saat ini fokus pada upaya mengakhiri perang.

Setelah kabar tersebut, Dolar AS turun tajam. Indeks Dolar AS (DXY)—ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama—turun 0,1% ke sekitar 99,15, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari lima pekan di 99,40.

Minyak WTI (West Texas Intermediate, acuan harga minyak mentah AS) juga melemah dari puncak hariannya di US$103,86. WTI masih naik 1,66% dan diperdagangkan di sekitar US$102,60.

Volatilitas Pasar dan Strategi Opsi

Hari ini, minyak mentah WTI diperdagangkan jauh lebih rendah, sekitar US$85 per barel, antara lain karena premi risiko (tambahan harga akibat kekhawatiran risiko geopolitik) yang sangat tinggi pada ketegangan 2025 telah mereda. Data menunjukkan lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz tetap stabil, dengan volume bertahan di sekitar 21 juta barel per hari, sehingga kekhawatiran awal soal gangguan besar mereda. Namun, isu utama sanksi dan dana yang dibekukan yang dibahas tahun lalu masih belum tuntas, sehingga pasar terlihat tenang tetapi berisiko.

Ketenangan ini menekan volatilitas (ukuran besarnya naik-turun harga), dengan indeks VIX—indikator volatilitas pasar saham AS yang sering disebut “indeks ketakutan”—berada dekat level rendah 14, menandakan pasar terlalu percaya diri. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku pasar yang menilai ketegangan bisa kembali memanas. Biaya “asuransi” terhadap lonjakan harga mendadak kini sangat murah.

Dengan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi) yang rendah, pelaku pasar derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan) dapat mempertimbangkan membeli opsi beli (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) berjangka panjang (long-dated, jatuh tempo lebih lama) dan out-of-the-money (harga kesepakatan/strike berada di atas harga sekarang, sehingga saat ini belum menguntungkan untuk dieksekusi) pada kontrak berjangka minyak (futures). Strategi ini memberi biaya relatif rendah untuk mendapatkan potensi keuntungan besar jika konflik kembali meningkat atau negosiasi gagal. Saat pasar fokus pada proyeksi permintaan ekonomi, risiko geopolitik ini cenderung belum dihargai dengan tepat.

Berbeda dengan 2025 ketika dolar melemah karena berita tersebut, Indeks Dolar AS kini berada di level lebih kuat 105,20, terutama didorong selisih suku bunga (interest rate differentials, perbedaan tingkat suku bunga antarnegara yang memengaruhi arus modal) ketimbang arus safe haven (perpindahan dana ke aset yang dianggap aman) terkait konflik Timur Tengah. Karena itu, memakai derivatif valuta asing (instrumen lindung nilai/hedging berbasis kurs) sebagai pelindung langsung atas risiko ini tidak semudah sebelumnya. Peluang yang paling jelas tetap ada di pasar opsi minyak, karena risiko tersebut paling langsung tercermin pada harga minyak.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code