Ekspor Selandia Baru naik menjadi $8,62 miliar pada April, dari $7,94 miliar pada periode sebelumnya. Perubahan ini setara dengan kenaikan $0,68 miliar.
Lonjakan ekspor ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang kuat dan berpotensi mendorong penguatan dolar Selandia Baru (NZD). Peluangnya ada pada posisi beli NZD, terutama melawan mata uang yang bank sentralnya mulai memberi sinyal pelonggaran kebijakan (kecenderungan menurunkan suku bunga atau membuat kebijakan lebih longgar). Dolar Australia bisa menjadi pasangan yang menarik, mengingat laporan ketenagakerjaan mereka baru-baru ini lebih lemah.
Prospek Kebijakan RBNZ
Data yang kuat ini kemungkinan membuat Reserve Bank of New Zealand (RBNZ/bank sentral Selandia Baru) mempertahankan sikap “hawkish” (cenderung ketat, fokus menahan inflasi dengan suku bunga tinggi) untuk membatasi risiko inflasi. Inflasi tahunan April tercatat 3,1% (dibandingkan periode yang sama tahun lalu) dan masih di atas target RBNZ. Kenaikan ekspor dapat menambah kekhawatiran inflasi. Pernyataan bank pekan lalu juga menekankan kewaspadaan, sehingga pasar kemungkinan menaikkan perkiraan bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama.
Salah satu cara yang lebih terukur adalah melalui pasar opsi dengan membeli opsi call NZD/USD yang jatuh tempo dalam empat hingga enam minggu. Opsi call adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli NZD terhadap USD pada harga tertentu, sehingga bisa mendapat manfaat jika NZD menguat, sementara risiko maksimum dibatasi pada premi (biaya) yang dibayar. Dengan volatilitas tersirat (perkiraan tingkat naik-turun harga yang tercermin pada harga opsi) NZD sekitar 8,5%, biaya masuk posisi masih relatif wajar.