Ketegangan Dagang Uni Eropa–China Meningkat saat Brussels Kenai Tarif pada Mobil Listrik China dan Beijing Bidik Barang Mewah Uni Eropa

by VT Markets
/
May 15, 2026

Pejabat Uni Eropa (UE) makin khawatir dengan defisit perdagangan UE dengan China yang terus melebar. Defisit ini terutama terkait kenaikan volume impor dan melemahnya volume ekspor UE ke China.

Sektor otomotif sering dijadikan contoh ketimpangan ini. Impor kendaraan UE dari China naik 10 kali lipat sejak 2019, sementara ekspor kendaraan UE ke China turun tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Pejabat UE mengaitkan sebagian ketidakseimbangan ini dengan **kapasitas produksi berlebih (overcapacity)** di sektor manufaktur China, yaitu kondisi ketika pabrik memproduksi jauh lebih banyak daripada kebutuhan pasar sehingga barang dijual lebih murah dan menekan produsen di negara lain. Sebagai respons, Komisi Eropa berupaya memperluas **instrumen kebijakan dagang**, yaitu perangkat seperti tarif, kuota, dan aturan anti-dumping/anti-subsidi untuk melindungi pasar UE, serta menyusun strategi industri yang lebih luas.

Perdebatan di Komisi Eropa yang dijadwalkan pada akhir Mei dapat digunakan untuk membahas langkah dagang baru. Langkah apa pun bisa diarahkan untuk menanggapi dugaan kapasitas produksi berlebih di China.

Ekonom Standard Chartered, Christopher Graham dan Carol Liao, memperkirakan China akan tetap mengambil pendekatan yang menahan diri dan pragmatis terhadap UE selama ketegangan dengan AS berlanjut. Mereka menilai China mungkin berupaya menghindari eskalasi penuh dan mempertahankan hubungan dagang serta investasi, sambil tetap membuka ruang untuk tindakan yang lebih terarah terhadap produk atau entitas tertentu.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code