This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Katayama: Volatilitas Yen Dipicu Minyak Saat G7 Pertimbangkan Pembatasan Mineral Kritis China

by VT Markets
/
May 19, 2026

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan gejolak harga minyak memengaruhi pasar valuta asing. Ia juga melihat adanya pergerakan spekulatif di pasar keuangan (aktivitas beli-jual jangka pendek untuk mencari untung cepat, bukan berdasarkan kebutuhan riil).

Katayama berbicara setelah hari pertama pertemuan Menteri Keuangan G7 di Prancis. Ia mengatakan Jepang akan memantau pasar dengan ketat dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menghadapi gejolak nilai tukar (pergerakan kurs yang naik-turun tajam).

Ketidakseimbangan Global dan Stabilitas Keuangan

Ia mengatakan kepada mitra G7 bahwa diperlukan tindakan untuk memperbaiki ketidakseimbangan global (kesenjangan besar antarnegara, misalnya soal surplus/defisit perdagangan dan arus modal). Ia juga menyebut risiko terkait “Mythos” perlu ditangani—yakni sumber risiko yang belum jelas namun berpotensi mengganggu sistem keuangan—dengan G7 membahas langkah-langkah menjelang KTT bulan depan.

Katayama mengatakan G7 harus bersatu menentang pembatasan ekspor China atas mineral penting (bahan baku strategis untuk industri berteknologi seperti chip dan baterai). Ia mengatakan komunike G7 kemungkinan memuat pernyataan soal penetapan harga mineral penting (arah kebijakan agar harga lebih transparan dan tidak mudah dimanipulasi).

Ia mengatakan G7 tidak mempertimbangkan aksi terkoordinasi untuk meredam aksi jual obligasi (penjualan besar-besaran yang membuat harga obligasi turun dan imbal hasil naik). Ia menegaskan tiap negara bertanggung jawab atas kondisi pasarnya sendiri.

Katayama mengatakan Perdana Menteri Takaichi meminta dirinya memikirkan cara membiayai anggaran tambahan yang direncanakan sambil mengurangi risiko (misalnya tekanan utang dan gejolak pasar). Ia tidak menyebut angka maupun jadwal.

Gejolak Minyak dan Tekanan di Pasar Yen

Terlihat tanda tekanan yang jelas antara pasar minyak dan pasar mata uang. Kontrak berjangka (futures: perjanjian jual-beli untuk tanggal mendatang) minyak WTI telah bergerak dalam rentang lebar US$15 pada kuartal ini, dan baru-baru ini menyentuh US$98. Gejolak ini merembet ke pasangan mata uang (currency pair: nilai tukar dua mata uang) seperti USD/JPY, yang volatilitas realisasi 30 hari (realised volatility: ukuran seberapa besar pergerakan harga yang benar-benar terjadi dalam 30 hari) melonjak ke 14%, tertinggi sejak kekhawatiran intervensi 2024.

Peringatan soal langkah menghadapi gejolak nilai tukar perlu dicermati. Namun, kebutuhan pemerintah membiayai anggaran baru bisa menjadi hambatan. Ini menunjukkan bahwa intervensi (campur tangan otoritas untuk memengaruhi kurs) guna menguatkan yen mungkin terjadi, tetapi penguatan (rally: kenaikan cepat) bisa tidak bertahan lama. Pedagang opsi (options: kontrak hak beli/jual di harga tertentu) dapat mempertimbangkan membeli straddle pada USD/JPY (strategi membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus, untuk untung dari pergerakan besar ke salah satu arah).

G7 tidak satu suara dalam mendukung pasar obligasi, sehingga perbedaan kebijakan moneter antarnegara kemungkinan berlanjut. Selisih imbal hasil (spread: perbedaan tingkat imbal hasil) antara US Treasury 10 tahun (obligasi pemerintah AS) dan JGB 10 tahun (obligasi pemerintah Jepang) sudah melebar di atas 400 basis poin (basis point/bps: 0,01%), tertinggi dalam dua dekade. Kondisi ini membuat strategi carry trade (meminjam di mata uang berbunga rendah lalu menempatkan di mata uang berbunga lebih tinggi) dengan menjual yen terhadap dolar terlihat menarik secara fundamental.

Ketidakpastian pasar yang lebih luas dipicu risiko geopolitik dan risiko sistemik (risiko yang bisa menyebar dan mengguncang sistem keuangan). Indeks VIX (sering disebut “indeks ketakutan”, mengukur perkiraan volatilitas pasar saham AS) bertahan di atas 22 di tengah kekhawatiran terhadap risiko “Mythos” dan kontrol mineral oleh China. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan membeli perlindungan (hedging: strategi untuk membatasi risiko), seperti opsi beli VIX (VIX call) atau opsi jual pada indeks besar (put: hak menjual untuk melindungi dari penurunan), sebagai antisipasi koreksi tajam.

Fokus pada pembatasan ekspor China berdampak langsung pada komoditas industri dan saham terkait. Harga gallium dan germanium sudah naik 35% sejak pengumuman terakhir Beijing pada Februari 2026. Ini membuka peluang mengambil posisi bearish (bertaruh harga turun) pada produsen semikonduktor dan kendaraan listrik yang sangat bergantung pada bahan tersebut.

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code