Inflasi Inti Tahunan Indonesia Melambat ke 2,44%, Turun dari 2,52% pada Bulan Sebelumnya

by VT Markets
/
May 4, 2026

Inflasi inti Indonesia melambat menjadi 2,44% secara tahunan (year on year/yoy) pada April. Pada periode sebelumnya sebesar 2,52%.

Penurunan inflasi inti ke 2,44% penting karena berada nyaman dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) 1,5%-3,5%. Ini memberi BI ruang gerak dan mengurangi kebutuhan mendesak untuk kembali menaikkan suku bunga acuan (key rate, yaitu suku bunga patokan BI). Pelaku pasar bisa memperkirakan sikap kebijakan yang lebih “dovish” (lebih cenderung menahan atau menurunkan suku bunga, bukan menaikkan).

Data ini berpotensi menjadi tekanan bagi Rupiah. Jika menengok akhir 2025, BI sempat menaikkan suku bunga acuannya ke 6,25% terutama untuk menjaga nilai tukar. Dengan inflasi yang kini lebih rendah, alasan utama kebijakan “hawkish” (lebih ketat, cenderung menaikkan suku bunga) melemah. Karena itu, opsi yang bisa dipertimbangkan adalah membeli opsi beli (call option, kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) USD/IDR untuk mengantisipasi pelemahan Rupiah terhadap dolar AS.

Kami juga melihat ini sebagai pemicu penguatan (rally) obligasi pemerintah domestik. Imbal hasil (yield, tingkat keuntungan obligasi) SUN tenor 10 tahun yang kini sekitar 6,8% berpeluang turun seiring pasar menilai peluang kenaikan suku bunga makin kecil. Strategi yang bisa digunakan adalah transaksi swap suku bunga (interest rate swap, pertukaran pembayaran bunga) dengan posisi menerima suku bunga tetap (receive fixed), dengan asumsi suku bunga jangka pendek sudah mencapai puncak pada siklus ini.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code