GBP/JPY turun lebih dari 0,55% pada Rabu ketika Yen Jepang menguat setelah intervensi pasar valas (aksi otoritas untuk memengaruhi nilai tukar dengan membeli/menjual mata uang) Jepang pekan lalu. Pasangan ini berada di 212,60 saat penulisan, setelah sempat menyentuh tertinggi harian 214,23.
Pasangan ini berpotensi masuk fase konsolidasi (bergerak mendatar dalam kisaran) setelah melewati level penting di sekitar Simple Moving Average/SMA 50 hari (rata-rata bergerak sederhana 50 hari, indikator tren). Harga diperdagangkan di sekitar SMA 50 hari di 211,99 dan dekat level SMA 50 hari lain yang disebutkan di 212,85.
Sinyal Teknikal Dan Momentum
Pergerakan harga pada grafik harian menunjukkan momentum naik, sementara Relative Strength Index/RSI (indikator untuk mengukur kekuatan naik-turun harga dan potensi jenuh beli/jenuh jual) mengarah ke potensi pelemahan. Penurunan di bawah SMA 100 hari (rata-rata bergerak 100 hari) di 212,04 dapat memulai kembali penurunan yang lebih tajam.
Level dukungan berikutnya berada di 210,46 (titik terendah ayunan 30 April), lalu 209,63 (titik terendah ayunan 31 Maret), dan 209,18 (terendah 5 Maret). Di sisi atas, hambatan terlihat di SMA 50 hari pada 212,91, lalu 213,00 dan 214,00, dengan SMA 20 hari (rata-rata bergerak 20 hari) di 214,63 sebagai hambatan di atasnya.
Tabel kinerja JPY menunjukkan pergerakan persen terhadap mata uang utama, dengan Yen paling kuat terhadap Dolar Kanada. Peta panas menampilkan perubahan persen antar pasangan mata uang utama, berdasarkan mata uang dasar dan mata uang kuotasi yang dipilih.
Dampak langsung dari intervensi pekan lalu terlihat menekan GBP/JPY ke 212,60. Pergerakan ini menambah ketidakpastian pasar. Pelaku pasar perlu berhati-hati karena yen menguat terhadap sebagian besar mata uang utama.
Latar Makro Dan Strategi
Tren dasar ditopang selisih suku bunga yang lebar, dengan suku bunga Bank of England di 5,0% sementara Bank of Japan bertahan di 0,25%. Inflasi inti Inggris (inflasi yang mengecualikan komponen yang bergejolak seperti energi dan pangan) bertahan tinggi di 3,1% bulan lalu, mengindikasikan BoE belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi fundamental ini menjelaskan momentum naik jangka panjang, meski yen menguat belakangan ini.
Pertentangan antara momentum naik pada grafik harian dan RSI yang bearish (mengarah turun) mengisyaratkan potensi pergerakan besar dalam waktu dekat. Ini tercermin pada implied volatility/volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas yang “tercermin” dari harga opsi) satu bulan untuk GBP/JPY yang melonjak ke 14,5% dalam beberapa hari setelah intervensi. Kondisi ini cocok untuk strategi opsi seperti long straddle (membeli opsi beli/call dan opsi jual/put sekaligus pada harga strike yang sama, untuk mengambil untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah).
Bagi pelaku pasar yang bearish, penembusan tegas di bawah SMA 100 hari pada 212,04 menjadi pemicu utama. Ini dapat membuka peluang opsi put (opsi jual, untung saat harga turun) dengan strike (harga kesepakatan) yang mengarah ke level 210,50. Sebaliknya, pelaku pasar yang bullish perlu menunggu harga kembali di atas SMA 50 hari pada 212,91 sebelum mempertimbangkan opsi call (opsi beli, untung saat harga naik).