Emas Turun di Bawah US$4.500 Seiring Penguatan Dolar dan Prospek Risalah The Fed yang Hawkish Membebani

by VT Markets
/
May 20, 2026

Emas (XAU/USD) diperdagangkan di US$4.478 pada Rabu, masih di bawah US$4.500 dan dekat level terendah tujuh minggu di sekitar US$4.480. Indeks Dolar AS (DXY) sempat menguji level tertinggi enam minggu di dekat 99,45.

Ketidakpastian geopolitik terkait konflik AS-Iran dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS menekan emas dalam sepekan terakhir. Perhatian pasar juga tertuju pada risalah (minutes) rapat Federal Reserve (The Fed) bulan April.

Ekspektasi Kebijakan The Fed dan Tekanan pada Emas

The Fed mempertahankan suku bunga bulan lalu, sementara tiga pejabat mengusulkan agar kalimat “bias pelonggaran” (easing bias, sinyal cenderung menurunkan suku bunga) dihapus dari pernyataan kebijakan. Pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam 12 bulan ke depan, mendorong yield US Treasury (imbal hasil obligasi pemerintah AS) naik dan menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding, aset yang tidak membayar bunga/kupon).

Emas turun lebih dari 2,5% dari puncak hari Senin dan masih bernada bearish (cenderung turun) dalam jangka pendek. RSI (Relative Strength Index, indikator momentum untuk menilai jenuh beli/jenuh jual) mendekati area jenuh jual pada grafik 4 jam, sementara histogram MACD (Moving Average Convergence Divergence, indikator tren dan momentum) tetap negatif.

Level penopang (support, area harga yang sering menahan penurunan) terlihat di sekitar US$4.450, dengan target turun berikutnya di US$4.420 (terendah 30 Maret) dan US$4.350 (terendah 26 Maret). Kenaikan kembali di atas US$4.480–US$4.500 dapat mengurangi tekanan bearish dan mengalihkan perhatian ke US$4.590 (puncak hari Senin).

Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar pada 2022, menurut laporan World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Dominasi Dolar dan Posisi Derivatif

Melihat pelemahan emas, dolar AS menjadi faktor dominan untuk sementara. Ketidakmampuan emas bertahan di level US$4.500 mengindikasikan posisi bearish bisa lebih menguntungkan dalam waktu dekat. Bagi pelaku derivatif (instrumen turunan seperti opsi), ini bisa berarti mempertimbangkan opsi jual (put options, hak menjual pada harga tertentu) atau menjual call spread (strategi menjual opsi beli dan membeli opsi beli lain untuk membatasi risiko) untuk memanfaatkan potensi penurunan lanjutan atau kenaikan yang terbatas.

Risalah rapat The Fed bulan April menjadi agenda terpenting dalam waktu dekat. Setelah data inflasi AS April 2026 sedikit lebih tinggi dari perkiraan di 3,6%, pasar mematok sikap hawkish (cenderung menaikkan suku bunga/mengetatkan kebijakan). Konfirmasi sikap ini dalam risalah berpotensi mendorong yield AS dan dolar naik, sehingga menambah tekanan pada harga emas.

Ketegangan geopolitik AS-Iran justru lebih mengangkat dolar dibanding emas, karena mata uang tersebut dipandang sebagai aset aman (safe haven, aset yang dicari saat pasar bergejolak) utama. Pola serupa terlihat pada ketidakpastian pasar awal 2025, ketika arus dana krisis awal mengalir langsung ke dolar. Ini menunjukkan daya tarik emas sebagai aset aman untuk sementara tersaingi.

Secara teknikal, level penting berikutnya adalah zona support di sekitar US$4.450 lalu US$4.420. Trader dapat mempertimbangkan membeli opsi put dengan strike price (harga kesepakatan opsi) mendekati target tersebut untuk mengantisipasi penembusan lebih rendah. Sebaliknya, menjual call out-of-the-money (opsi beli dengan strike di atas harga pasar) di atas area resistensi (hambatan kenaikan) US$4.590 bisa menjadi strategi untuk mengambil premi (premium, biaya opsi yang diterima penjual), dengan asumsi reli besar tidak mudah terjadi.

Namun, permintaan dasar dari bank sentral tetap kuat. Laporan terbaru World Gold Council menunjukkan pembelian bersih 85 ton pada kuartal I 2026, menguatkan dukungan jangka panjang. Kejutan dovish (cenderung melonggarkan kebijakan) dari The Fed atau meredanya konflik geopolitik secara tiba-tiba dapat memicu pembalikan tajam dan menjepit posisi short (short squeeze, kenaikan cepat yang memaksa pelaku yang bertaruh turun membeli kembali).

Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code