Emas Stabil di Dekat US$4.550 Seiring Pelemahan Dolar Mengimbangi Risiko The Fed yang Hawkish dan Imbal Hasil Tinggi

by VT Markets
/
May 19, 2026

Harga emas stabil pada Senin setelah sempat turun di bawah $4.500, seiring melemahnya Dolar AS dan imbal hasil obligasi bertahan dekat level tertinggi tahun ini. XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.541, sementara Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, pengukur kekuatan Dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) turun 0,20% ke 99,06.

Imbal hasil (yield, yaitu tingkat “bunga” yang diterima investor dari obligasi) Treasury AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,631% sebelum turun ke 4,595%, dengan pergerakan saham bervariasi. Data Prime Terminal menunjukkan pasar menilai peluang 50% The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember 2026.

Pendorong Pasar Dan Sinyal Lintas Aset

Harga minyak turun setelah komentar terkait Iran dan laporan bahwa AS setuju melonggarkan sanksi atas minyak Iran dalam proses negosiasi. West Texas Intermediate (WTI, patokan harga minyak AS) melemah, dan Dolar ikut turun karena sering bergerak searah dengan minyak.

Tidak ada rilis data besar dari AS pada Senin, namun pelaku pasar masih mencerna data inflasi yang lebih tinggi pekan lalu. Agenda pekan ini mencakup ADP Employment Change (perkiraan perubahan tenaga kerja sektor swasta), data perumahan, risalah FOMC minutes (catatan rapat pembuat kebijakan The Fed yang memberi petunjuk arah kebijakan), klaim pengangguran (jobless claims), flash PMI (indikator awal aktivitas bisnis), serta pernyataan pejabat The Fed.

Secara teknikal (analisis berdasarkan grafik harga), emas berkonsolidasi (bergerak mendatar) di sekitar $4.550 setelah sempat mencetak level terendah tujuh pekan di $4.480, dengan RSI (Relative Strength Index, indikator untuk mengukur kuat-lemahnya tren dan kondisi jenuh beli/jenuh jual) menunjukkan momentum bearish (tekanan turun). Level yang disebut antara lain $4.600, $4.615-$4.625, $4.647, $4.700, $4.716, $4.550, $4.500, dan $4.481.

Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi sepanjang catatan. Emas sering bergerak berlawanan arah (invers) dengan Dolar AS dan Treasury AS karena ketika Dolar dan yield naik, emas—sebagai aset tanpa imbal hasil—cenderung kurang menarik.

Dalam kondisi pasar saat ini, emas terjepit oleh dua kekuatan yang saling bertentangan. Inflasi yang tetap tinggi pada laporan CPI (Consumer Price Index, ukuran inflasi harga konsumen) April 2026 yang mencapai 4,2% membuat The Fed bersikap hawkish (cenderung mengetatkan kebijakan, termasuk menaikkan suku bunga). Ini mendorong pasar memberi peluang 50% kenaikan suku bunga pada Desember, menjadi hambatan besar bagi emas karena emas tidak memberikan bunga (non-yielding asset, aset tanpa kupon/imbalan).

Implikasi Trading Dan Manajemen Risiko

Pekan ini krusial karena pelantikan Kevin Warsh—yang dikenal hawkish—sebagai Ketua The Fed dapat mengisyaratkan kebijakan yang lebih agresif ke depan. Data menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat, dengan penambahan lebih dari 250.000 pekerjaan pada Maret 2026, sehingga The Fed punya ruang untuk memprioritaskan perang melawan inflasi. Risalah FOMC dan data klaim pengangguran akan dipantau untuk mencari konfirmasi bias hawkish ini.

Meski The Fed cenderung ketat, Dolar AS melemah, dengan DXY turun ke 99,06, sehingga memberi dukungan cepat bagi harga emas. Pelemahan Dolar ini sebagian terkait turunnya harga minyak setelah laporan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Ketidakpastian geopolitik ini bisa menjadi penahan penurunan emas, karena eskalasi di Timur Tengah dapat memicu arus ke aset aman (flight to safety, perpindahan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti emas).

Dari sisi strategi, arah yang lebih dominan masih turun selama emas bertahan di bawah zona resistensi (area “batas atas” yang menahan kenaikan) $4.600-$4.625. Trader bisa mempertimbangkan membeli opsi put (kontrak opsi untuk mendapat keuntungan saat harga turun) atau membuka posisi short futures (menjual kontrak berjangka untuk mengambil keuntungan dari penurunan) dengan target area terendah terbaru di sekitar $4.480. Jika level psikologis $4.500 gagal dipertahankan, hal itu akan menguatkan momentum bearish.

Namun, dengan jadwal data yang padat dan pergantian Ketua The Fed, volatilitas (naik-turun harga yang cepat dan besar) hampir pasti meningkat. Strategi opsi straddle atau strangle (membeli call dan put sekaligus untuk mencari untung dari pergerakan besar ke salah satu arah) dapat relevan untuk menangkap lonjakan harga, sekaligus membatasi risiko dari ketidakpastian pidato The Fed dan rilis PMI.

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code