Deutsche Bank memperkirakan pasar tenaga kerja Inggris akan tetap lemah setelah penurunan mengejutkan tingkat pengangguran yang terkait dengan lonjakan bersejarah pekerja mandiri (self-employment, yaitu orang yang bekerja untuk dirinya sendiri, bukan sebagai karyawan). Bank memperkirakan kondisi akan kembali ke tren yang lebih lesu seperti sebelum penurunan tersebut.
Bank memproyeksikan tingkat pengangguran bertahan di 4,9%. Bank juga memperkirakan lowongan kerja hanya turun tipis, yang menunjukkan perbaikan rekrutmen masih terbatas.
Uk Labour Market Outlook
Prospek tersebut mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tetap tinggi berdasarkan Labour Force Survey (Survei Angkatan Kerja, survei resmi untuk mengukur kondisi tenaga kerja). PHK kotor (gross redundancies, jumlah PHK total dalam periode tertentu sebelum memperhitungkan pekerja yang kembali terserap) dipantau di kisaran 110.000–155.000.
Niat perekrutan dalam berbagai survei tetap lemah, dengan penurunan setelah kabar konflik Iran. Rencana perekrutan disebut mandek, dan perusahaan menyesuaikan kenaikan upah sebagai respons.
Artikel ini dibuat menggunakan alat AI dan ditinjau editor.
Market Implications And Trades
Pasar tenaga kerja yang lamban membuat kenaikan suku bunga Bank of England (bank sentral Inggris) sangat kecil kemungkinannya hingga sisa tahun ini. Mengingat bagaimana pembuat kebijakan bertindak menopang ekonomi saat pelemahan singkat pada akhir 2025, pembekuan perekrutan setelah guncangan energi Iran menunjukkan sikap yang serupa: lebih hati-hati.
Trader derivatif (instrumen turunan, yaitu produk yang nilainya mengikuti aset/acuan lain) dapat mempertimbangkan posisi untuk suku bunga Inggris yang stagnan atau turun, misalnya melalui kontrak berjangka SONIA (SONIA futures, kontrak berjangka berbasis suku bunga acuan harian Inggris bernama SONIA).
Situasi ini mengindikasikan tekanan bagi perusahaan Inggris yang bergantung pada pasar domestik, yang dapat membebani indeks FTSE 250 (indeks saham berisi perusahaan menengah di Inggris). Kenaikan pekerja mandiri yang tidak stabil (precarious self-employment, pekerjaan mandiri dengan pendapatan/permintaan yang tidak pasti) tidak otomatis mendorong belanja konsumen. Opsi jual (put options, kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk menjual aset pada harga tertentu) pada FTSE 250 dapat menjadi lindung nilai (hedge, strategi untuk mengurangi risiko) terhadap penurunan yang dipicu melemahnya kepercayaan konsumen.
Terakhir, kombinasi gambaran tenaga kerja yang tidak jelas dan ketegangan geopolitik dari konflik Iran mengarah pada volatilitas pasar yang meningkat (volatility, besarnya naik-turun harga). Lingkungan ini membuat strategi membeli volatilitas lewat opsi—seperti straddle pada kurs GBP/USD (strategi membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga yang sama untuk memanfaatkan pergerakan besar ke salah satu arah)—berpotensi menjadi langkah yang lebih aman.
Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.