This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Data CFTC Tunjukkan Posisi Short Yen Dipangkas Tajam seiring Sikap BoJ Makin Hawkish dan USD/JPY Melemah

by VT Markets
/
May 9, 2026

Data CFTC Jepang menunjukkan posisi bersih (net) JPY non-komersial berubah ke ¥-61,7K dari ¥-102,1K.

Posisi bersih masih negatif, tetapi tidak sedalam laporan sebelumnya.

Pergeseran Posisi Spekulatif

Terjadi penurunan besar pada taruhan penurunan (bearish) terhadap Yen Jepang, dengan posisi jual bersih (net short) menyusut hampir 40%. Ini adalah perubahan sentimen mingguan paling agresif sejak kuartal IV 2025. Artinya, spekulan besar cepat menutup posisi yang sebelumnya diuntungkan saat yen melemah.

“Non-komersial” berarti pelaku pasar spekulatif besar seperti hedge fund, bukan perusahaan yang memakai yen untuk kebutuhan bisnis. “Posisi bersih” adalah selisih antara posisi beli (long) dan posisi jual (short). Angka negatif menunjukkan posisi jual lebih banyak daripada posisi beli.

Perubahan ini muncul setelah pernyataan terbaru Bank of Japan (bank sentral Jepang) lebih tegas soal menahan pelemahan yen, sehingga pasar berspekulasi akan ada pengetatan kebijakan lanjutan (misalnya menaikkan suku bunga atau mengurangi stimulus). Data inflasi inti (core inflation, yaitu inflasi yang biasanya tidak memasukkan harga yang bergejolak seperti makanan segar dan energi) Jepang untuk April 2026 bertahan di 2,7%, sehingga tekanan ke bank sentral tetap tinggi. Di saat yang sama, data ekonomi AS terbaru sedikit melambat, mengurangi kekuatan dolar.

Dari sisi teknikal, pergeseran sentimen ini sejalan dengan USD/JPY yang gagal bertahan di atas level 165, yang menjadi area hambatan psikologis (resistance, yaitu zona harga yang sering menahan kenaikan). Pola serupa pernah terlihat pada Oktober 2025 ketika spekulan menutup posisi jual sebelum otoritas memberi peringatan keras, yang sempat mendorong yen menguat tajam meski sementara.

Implikasi untuk Trader Derivatif

Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti kontrak berjangka dan opsi), kondisi ini menandakan risiko penguatan yen mendadak meningkat, termasuk potensi “short squeeze” (situasi ketika banyak pihak yang memegang posisi jual terpaksa membeli kembali karena harga bergerak berlawanan, sehingga kenaikan makin cepat). Karena itu, menahan posisi jual yen lewat futures (kontrak berjangka) atau options (opsi) menjadi lebih berisiko.

Sebagai antisipasi, membeli opsi call JPY (opsi untuk membeli yen pada harga tertentu) atau opsi put USD/JPY (opsi untuk menjual USD/JPY pada harga tertentu, yang umumnya diuntungkan jika USD/JPY turun atau yen menguat) dengan jatuh tempo beberapa pekan ke depan bisa menjadi strategi terukur untuk menghadapi kejutan kebijakan atau potensi intervensi.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code