This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Arus masuk ekuitas Amerika Latin menumpang angin komoditas, sementara suku bunga riil yang lebih tinggi mengancam laba dan mata uang

by VT Markets
/
May 20, 2026

Saham Amerika Latin mencatat arus dana masuk yang kuat, terkait membaiknya *terms of trade* (rasio harga ekspor dibanding impor; makin tinggi biasanya menguntungkan negara pengekspor) dan mata uang lokal yang tetap tangguh. Kawasan ini diuntungkan oleh pasokan yang lebih stabil dan permintaan yang lebih tinggi untuk ekspor bahan mentahnya, serta eksposur terhadap kenaikan harga energi.

Mata uang Amerika Latin bertahan pada pekan-pekan awal konflik. Arus masuk ke saham berlanjut, tetapi saham sering bergerak berlawanan arah dengan *real rates* (suku bunga riil, yaitu suku bunga setelah dikurangi inflasi).

Suku bunga riil yang lebih tinggi dan kondisi keuangan yang lebih ketat (kredit lebih mahal dan lebih sulit didapat) dapat menekan perusahaan dan rumah tangga dalam waktu dekat. Jika ini menekan laba, kinerja saham bisa melemah dan permintaan *currency hedging* (lindung nilai valuta asing, untuk mengurangi risiko kurs) dapat naik.

Kami melihat arus dana masuk yang kuat ke saham Amerika Latin, karena ekspor bahan mentah dan mata uang yang stabil menjadi daya tarik. Misalnya, bursa B3 Brasil mencatat lebih dari US$5 miliar investasi asing pada kuartal I 2026, naik tajam dibanding tahun sebelumnya. Kekuatan ini didukung membaiknya *terms of trade*, terutama saat harga tembaga mencapai level tertinggi dua tahun bulan lalu, menguntungkan eksportir seperti Chile dan Peru.

Namun, perlu dicermati bahwa kinerja saham ini cenderung berlawanan arah dengan *real rates* (suku bunga riil). Bank sentral di kawasan mempertahankan kondisi keuangan ketat untuk menahan inflasi, dengan suku bunga acuan Brasil, Selic, bertahan di 10,5% pada rapat terakhir. Suku bunga tinggi ini pada akhirnya menekan keuangan perusahaan dan rumah tangga.

Tekanan ini mulai terlihat. Laporan laba kuartal I 2026 dari beberapa perusahaan industri besar Amerika Latin menyebut kenaikan biaya pembayaran utang (biaya bunga dan cicilan) sebagai faktor penghambat laba. Ini menjadi sinyal bahwa kondisi keuangan ketat mulai menekan kinerja. Jika tren berlanjut, kinerja saham diperkirakan melemah.

Dari sudut pandang kami, ini membuka peluang spesifik di pasar mata uang. Penurunan kinerja saham kemungkinan mendorong peningkatan *currency hedging* (lindung nilai kurs) oleh investor asing untuk melindungi keuntungan. Perlu diantisipasi kenaikan permintaan *derivatives* (instrumen turunan/kontrak keuangan yang nilainya mengikuti aset lain) untuk melindungi dari pelemahan mata uang lokal, seperti *call option* USD/BRL dan USD/MXN (opsi beli; memberi hak membeli dolar AS pada kurs tertentu, biasanya dipakai sebagai proteksi jika mata uang lokal melemah).

Melihat ke belakang, situasi serupa terjadi pada awal 2025 ketika reli berbasis komoditas terhenti setelah dampak suku bunga tinggi yang berkepanjangan terlihat jelas pada laba perusahaan. Lingkungan saat ini terasa mirip, sehingga posisi perlu disesuaikan mengantisipasi perubahan sentimen. Karena itu, trader dapat mempertimbangkan membeli volatilitas yang masih murah dengan jatuh tempo lebih panjang pada pasangan mata uang tersebut (taruhan pada potensi fluktuasi kurs yang lebih besar dalam periode lebih lama).

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code