This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Baht Thailand Tertekan saat Defisit Perdagangan April Rekor Melebar dan Selisih Suku Bunga Menguntungkan Dolar

by VT Markets
/
May 29, 2026

USD/THB melemah ke 32,55 seiring masuknya dana portofolio, tetapi posisi eksternal Thailand memburuk setelah defisit perdagangan April melebar ke rekor USD10,0 miliar. Angka itu dibandingkan USD3,3 miliar pada Maret dan melampaui perkiraan konsensus Bloomberg sebesar USD5,3 miliar, sehingga defisit terjadi tujuh bulan berturut-turut. Pejabat mengatakan Baht bisa tetap tertekan jika impor yang kuat terus memperlebar defisit.

Pemerintah mempertahankan proyeksi utama ekspor naik 3% tahun ini, sambil memaparkan skenario terburuk -3% dan skenario terbaik +8%. Meski ekspor terkait AI (kecerdasan buatan) menguat, Baht turun 3,2% terhadap Dolar AS sejak awal tahun (year-to-date, kinerja dari awal tahun hingga kini). Baht juga melemah sejak pertengahan April, sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia dan permintaan Dolar AS yang tetap kuat.

Baht Thailand Semakin Tertekan akibat Defisit Perdagangan dan Perbedaan Suku Bunga

Berdasarkan data terbaru, Baht Thailand menghadapi tekanan besar terhadap Dolar AS. Defisit perdagangan Thailand pada April mencapai rekor USD10,0 miliar, hampir dua kali lipat dari perkiraan pasar dan menjadi defisit bulanan ketujuh berturut-turut. Otoritas memperingatkan Baht akan tetap tertekan jika tren impor yang tinggi berlanjut.

Baht sudah melemah ke sekitar 36,80 per dolar, turun lebih dari 5% sejak awal tahun. Tekanan ini diperparah oleh perbedaan suku bunga yang lebar antara Federal Reserve AS (bank sentral AS) yang menahan suku bunga di sekitar 4,75% dan Bank of Thailand (bank sentral Thailand) di 2,50%. Kesenjangan ini membuat memegang aset dalam Dolar AS lebih menarik dibanding Baht.

Prospek Strategi: Antisipasi Pelemahan Baht Berlanjut

Untuk beberapa pekan ke depan, kami menilai arah paling mungkin USD/THB adalah naik. Kami mempertimbangkan membeli opsi call USD/THB (kontrak yang memberi hak untuk membeli USD pada kurs tertentu) dengan jatuh tempo akhir Juni dan Juli untuk memanfaatkan potensi pelemahan Baht lanjutan. Strategi ini memberi peluang keuntungan jika kurs naik, sementara risiko maksimum dibatasi pada premi yang dibayar (biaya opsi).

Kedatangan turis, sumber utama devisa (valuta asing), masih sekitar 15% di bawah puncak 2019 sebelum pandemi, sehingga belum cukup untuk menutup tingginya tagihan impor. Ini melanjutkan tren pelemahan Baht beberapa tahun terakhir yang dimulai saat pemulihan pascapandemi. Karena itu, membangun call spread pada USD/THB (strategi opsi dengan membeli call dan menjual call lain pada level berbeda untuk menekan biaya) bisa menjadi pilihan berbiaya lebih rendah untuk meraih potensi kenaikan bertahap pada nilai tukar.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code