USD/CNH bergerak mendekati batas bawah kisaran perdagangannya belakangan ini setelah sesi yang ketat di rentang 6,7923 hingga 6,8033. Pasangan ini ditutup di 6,7971, turun 0,05%, setelah panduan sebelumnya memperkirakan rentang 6,7920 hingga 6,8060, menyusul pergerakan hari sebelumnya di 6,7964 hingga 6,8080. Dengan momentum turun (tekanan jual yang makin kuat) meningkat setelah pembukaan yang lebih rendah, perhatian tertuju pada support utama (area penopang harga) di 6,7820; namun tanda penembusan yang jelas belum terlihat. Resistance jangka dekat (area penghambat kenaikan) berada di 6,7955, dengan 6,7995 disebut sebagai level yang harus bertahan agar momentum bearish (bias turun) tetap terjaga.
Dalam horizon satu hingga tiga minggu, kerangka besar masih berupa range trading (bergerak dalam kisaran) antara 6,7820 dan 6,8220, pandangan yang pertama kali disampaikan pada 21 Mei saat spot (harga saat ini) berada di 6,8010. Meski ada penurunan terbaru, pasar masih dinilai konsolidasi (bergerak mendatar untuk mengumpulkan tenaga) kecuali USD/CNH menembus dan bertahan di bawah 6,7820, yang dapat membuka peluang penurunan lebih lanjut dolar AS terhadap yuan offshore (yuan yang diperdagangkan di luar Tiongkok daratan).
—
Penggerak Fundamental dan Dinamika Terkini
Kami melihat USD/CNH menguji batas bawah kisaran perdagangannya, dengan momentum turun meningkat. Pasangan ini mendekati level support kunci di 6,7820, dan penembusan level ini dapat menjadi sinyal tren turun baru. Untuk saat ini, kami masih melihat fase konsolidasi di antara 6,7820 dan 6,8220.
Tekanan pada dolar muncul setelah data terbaru menunjukkan Caixin Manufacturing PMI (indeks manajer pembelian sektor manufaktur, indikator awal aktivitas pabrik) Tiongkok naik tak terduga ke 51,5, menandakan ekspansi moderat (aktivitas meningkat; di atas 50 berarti ekspansi). Ketahanan ekonomi ini mendukung yuan dan memperkuat peluang pengujian support 6,7820. Bank Sentral Tiongkok (People’s Bank of China/PBoC) juga mengarahkan yuan lebih kuat melalui kurs acuan harian (nilai referensi yang ditetapkan setiap hari), sehingga membatasi ruang kenaikan dolar.
Dari sisi AS, angka inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures, ukuran inflasi yang dipantau The Fed) terbaru berada di 2,7%, sesuai perkiraan namun tetap di atas target The Fed. Inflasi yang sulit turun ini menambah ketidakpastian soal waktu penurunan suku bunga, sehingga dolar tidak turun terlalu dalam. Tarik-menarik antara kekuatan data Tiongkok dan inflasi AS yang bertahan inilah yang membuat pasangan ini tetap bergerak dalam kisaran untuk sementara.
—
Volatilitas, Strategi Perdagangan, dan Perspektif Historis
Bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi), realized volatility yang rendah (volatilitas yang benar-benar terjadi dari pergerakan harga) dapat menjadi peluang. Kami menilai membeli vanilla put berjangka pendek yang murah (opsi jual standar, bukan struktur kompleks) dengan strike (harga kesepakatan) di bawah 6,7800 adalah cara hemat biaya untuk bersiap jika terjadi breakdown (penembusan turun). Jika support bertahan, premi (biaya opsi) yang dibayar menjadi kerugian maksimum.
Sebagai alternatif, bagi yang memperkirakan kisaran bertahan dalam waktu dekat, menjual strangle out-of-the-money (menjual opsi jual dan opsi beli yang strike-nya jauh dari harga saat ini) dapat menjadi strategi untuk mengumpulkan premi. Misalnya, mempertimbangkan menjual put di 6,7750 dan call (opsi beli) di 6,8250 untuk mendapat keuntungan dari konsolidasi. Namun pengelolaan risiko penting jika terjadi breakout (penembusan kuat ke satu arah).
Secara historis, periode volatilitas rendah yang panjang pada USD/CNH—seperti awal 2023—sering diikuti pergerakan tajam searah (breakout yang kuat). Pola ini menunjukkan bahwa meski saat ini bergerak dalam kisaran, pelaku pasar perlu bersiap terhadap kenaikan volatilitas yang besar. Penembusan tegas 6,7820 dapat memicu pergerakan semacam itu, mirip dengan penurunan tajam pada periode sebelumnya.