This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Harga minyak melonjak karena API dan EIA melaporkan penurunan besar stok minyak mentah, mengangkat WTI di atas US$85

by VT Markets
/
May 20, 2026

Stok minyak mentah AS versi API (American Petroleum Institute, lembaga industri yang merilis data persediaan mingguan) turun 9,1 juta barel untuk pekan yang berakhir 15 Mei. Perubahan yang diperkirakan adalah turun 3,4 juta barel.

Penurunan stok (stock draw, artinya persediaan menyusut) sebesar 9,1 juta barel ini menjadi sinyal bullish yang kuat (bullish berarti mendukung kenaikan harga), hampir tiga kali dari perkiraan pasar. Ini mengindikasikan keseimbangan pasokan-permintaan jauh lebih ketat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Karena itu, harga minyak mentah berpotensi terdorong naik dalam waktu dekat.

Data Persediaan Mengonfirmasi Skenario Bullish

Data API ini kemudian diikuti laporan resmi EIA (Energy Information Administration, lembaga pemerintah AS yang merilis data energi) yang mengonfirmasi penurunan besar sebesar 7,8 juta barel, yang sudah membantu mendorong harga WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak mentah AS) di atas US$85 per barel. Penurunan persediaan ini sejalan dengan data terbaru yang menunjukkan impor minyak China pada April 2026 naik 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya (year-over-year, artinya dibanding periode yang sama tahun lalu), menandakan permintaan global menguat. Musim bepergian dengan mobil pada musim panas (summer driving season, periode permintaan bensin AS biasanya naik) juga mendekat, dengan permintaan bensin AS sudah sekitar 2% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk beberapa pekan ke depan, strategi yang bisa dipertimbangkan adalah membeli call option jangka dekat (opsi beli, kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) untuk memanfaatkan potensi kenaikan harga. Call option WTI Juli dan Agustus dengan strike price (harga kesepakatan) di kisaran US$90–US$95 dinilai menarik dari sisi risiko-imbal hasil. Ini memberi peluang mengambil keuntungan saat harga naik, sambil membatasi kerugian maksimum pada premi (premium, biaya opsi) yang dibayar.

Implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi; makin tinggi berarti opsi makin mahal) naik setelah kabar ini, sehingga opsi menjadi lebih mahal. Untuk menekan biaya, bisa digunakan bull call spread (strategi opsi: beli call dengan strike lebih rendah dan sekaligus jual call dengan strike lebih tinggi). Strategi ini menurunkan biaya awal dan cocok jika memperkirakan kenaikan bertahap, bukan lonjakan tajam.

Jika melihat kembali pasar pada 2025, ada pola serupa ketika serangkaian penurunan persediaan yang tak terduga pada kuartal II diikuti reli musim panas lebih dari 15%. Kondisi saat ini mirip, sehingga tren kenaikan berpotensi berlanjut. Pergerakan ini perlu diantisipasi sebelum pasar sepenuhnya memasukkan risiko defisit pasokan berkepanjangan ke dalam harga.

Risiko Utama dan Hal yang Perlu Dipantau

Ke depan, penting memantau pertemuan OPEC+ (kelompok negara OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, yang mengoordinasikan kebijakan produksi) serta angka produksi mingguan AS untuk tanda-tanda yang bisa melemahkan skenario bullish. Namun, data terbaru mengarah pada peluang harga minyak yang lebih tinggi. Strategi perlu disesuaikan jika jumlah rig (rig count, jumlah menara pengeboran aktif; indikator aktivitas produksi) AS naik tajam atau ada sinyal OPEC+ melonggarkan pemangkasan produksi.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code