This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Dolar Menguat Usai Data Tenaga Kerja ADP yang Solid, dan Peringatan Trump soal Iran Dongkrak Permintaan Aset Aman

by VT Markets
/
May 20, 2026

Indeks Dolar AS (DXY) naik ke sekitar 99,30 setelah laporan ketenagakerjaan ADP menunjukkan perusahaan swasta di AS menambah rata-rata 42.250 pekerjaan selama empat minggu terakhir. Ini menjadi angka terkuat sejak data mingguan tersebut dimulai pada Oktober 2025.

Presiden Donald Trump mengatakan AS “mungkin harus memberi Iran pukulan lagi” dan “Iran memohon untuk membuat kesepakatan”. Pernyataan ini meningkatkan kekhawatiran konflik Timur Tengah yang lebih luas dan mendorong permintaan aset aman (instrumen yang biasanya dibeli saat pasar cemas, seperti dolar AS, surat utang pemerintah, dan emas).

Kekuatan Dolar Dan Sentimen Risiko

EUR/USD turun ke sekitar 1,1610 seiring imbal hasil (yield, yaitu tingkat keuntungan) obligasi pemerintah AS (US Treasury) naik dan permintaan terhadap Dolar meningkat. GBP/USD melemah dekat 1,3400, sementara USD/JPY bergerak menuju 159,00 dan AUD/USD turun mendekati 0,7110.

Minyak WTI (West Texas Intermediate, acuan harga minyak AS) naik menuju US$104,30 per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan di sekitar Selat Hormuz. Emas melemah ke sekitar US$4.480 karena arus dana aset aman mengalir ke Dolar.

Rilis data yang dinanti meliputi keputusan suku bunga PBoC China (bank sentral China), inflasi Inggris April, HICP (Harmonised Index of Consumer Prices, ukuran inflasi standar Uni Eropa) Jerman April, serta data perdagangan dari Selandia Baru, Australia, dan Jepang. Sepanjang pekan, pasar juga memantau PMI global (Purchasing Managers’ Index, indikator aktivitas bisnis), data perumahan AS, klaim pengangguran AS, CPI Jepang (Consumer Price Index, inflasi konsumen), PDB Jerman, survei IFO Jerman (indikator sentimen bisnis), penjualan ritel Inggris, dan sentimen Michigan AS (survei kepercayaan konsumen AS).

Strategi Opsi Untuk Pasar Yang Lebih Seimbang

Premi risiko geopolitik di pasar energi (tambahan harga karena risiko konflik) juga turun sejak Mei 2025. Saat itu, kekhawatiran konflik dengan Iran mendorong harga minyak WTI di atas US$104 per barel. Seiring tensi mereda dan permintaan global melemah, minyak kini diperdagangkan lebih dekat ke US$85, sehingga harga tinggi setahun lalu terlihat jauh.

Perubahan ini membuat pelaku pasar perlu berhati-hati membeli call option (opsi beli, instrumen turunan yang memberi hak membeli di harga tertentu) secara langsung dengan harapan lonjakan besar. Sebagai alternatif, menjual covered call (menjual opsi beli sambil memegang aset dasarnya untuk membatasi risiko) pada posisi long yang sudah ada atau memakai bear call spread (strategi opsi yang cenderung untung jika harga tidak naik signifikan) dapat menjadi cara yang lebih hati-hati untuk menghasilkan pendapatan. Strategi ini diuntungkan bila harga minyak stabil atau turun, selaras dengan kondisi pasokan dan permintaan saat ini.

Pergeseran besar juga terjadi pada aset aman. Tahun lalu, kuatnya dolar membuat emas turun meski ada ketidakpastian, terlihat saat emas melemah di sekitar US$4.480 per ons. Kini, ketika laju penguatan dolar melambat dan inflasi tetap tinggi, emas kembali menguat dan mendekati US$4.600 sebagai penyimpan nilai (aset yang dipakai untuk menjaga daya beli).

Dengan kekuatan baru ini, pelaku pasar dapat mempertimbangkan posisi long pada derivatif emas (instrumen turunan yang nilainya mengikuti emas, seperti kontrak berjangka/futures atau opsi). Kondisi pada 2025—ketika dolar seolah menjadi satu-satunya aset aman—telah berubah. Ini membuat call option atau bull call spread (strategi opsi yang cenderung untung jika harga naik) pada emas menarik sebagai antisipasi ketidakpastian ekonomi.

Terakhir, mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti Dolar Australia tidak lagi tertahan oleh dominasi Dolar AS seperti saat AUD/USD turun ke sekitar 0,7110. Lingkungan saat ini membuka strategi yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada arah “greenback” (julukan USD). Ini membuka peluang pada pasangan silang (cross-currency, pasangan mata uang tanpa USD) yang sebelumnya kurang menarik setahun lalu.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code