This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Indeks Dolar Naik Tipis Seiring Inflasi Terdorong Kenaikan Harga Minyak Menggeser Perkiraan Pemangkasan Suku Bunga The Fed; Fokus pada Risalah FOMC

by VT Markets
/
May 19, 2026

Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,23% ke sekitar 99,18 pada Selasa setelah turun ke sekitar 98,94 pada Senin. Indeks sempat menyentuh level tertinggi lima pekan di 99,41 pada Senin, dan peluang kenaikan lanjutan terbuka jika mampu menembus 99,40.

Pasar memperkirakan Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) menahan suku bunga tahun ini, seiring pelaku pasar mengurangi perkiraan pemangkasan suku bunga. CME FedWatch (alat berbasis harga kontrak berjangka yang memetakan peluang arah suku bunga The Fed) menunjukkan peluang 53% suku bunga tetap di level saat ini hingga akhir tahun, sementara sisanya mengarah pada setidaknya satu kali kenaikan suku bunga.

Inflation And Policy Expectations

Kenaikan harga minyak dan terbatasnya aliran energi melalui Selat Hormuz mendorong naik ekspektasi inflasi AS (perkiraan pasar atas inflasi ke depan). Data Indeks Harga Konsumen AS/Consumer Price Index (CPI—ukuran inflasi berdasarkan perubahan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga) menunjukkan inflasi utama (headline—angka keseluruhan, termasuk energi dan pangan) naik menjadi 3,8% secara tahunan (year-on-year/yoy—dibanding periode yang sama tahun lalu), tertinggi dalam hampir tiga tahun.

Perhatian beralih ke risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC—komite penentu kebijakan suku bunga The Fed) untuk pertemuan April, yang dijadwalkan rilis pada Rabu. Dokumen ini dapat memberi rincian tambahan soal arah suku bunga AS.

Secara teknikal, DXY bertahan di atas EMA 20-periode di 98,63 (Exponential Moving Average/rata-rata bergerak eksponensial—indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada data terbaru), dengan RSI di 57,08 (Relative Strength Index—indikator momentum untuk menilai kuat-lemahnya pergerakan harga). Area resistensi (hambatan kenaikan) berada di 99,41, lalu 99,70 dan 100,00, sementara support (penopang penurunan) dekat 98,63.

Dolar AS menguat karena pasar mulai meninggalkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada musim panas ini. Inflasi yang sulit turun, dengan CPI terbaru April di 3,6%, memaksa pasar menghitung ulang arah kebijakan The Fed. Kondisi ini mendukung penguatan dolar dan perlu dicermati pelaku pasar.

Historical Parallel And Market Setup

Situasi ini mengingatkan pada pergerakan harga pada Mei 2025. Saat itu, Indeks Dolar AS menguat tajam setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan membuat pelaku pasar menghapus perkiraan dua kali pemangkasan suku bunga. Indeks menembus resistensi 99,40, menandakan perubahan sentimen yang mendukung dolar selama beberapa pekan.

Kini, pemicunya mirip, dengan kekhawatiran pasokan mendorong minyak Brent (patokan harga minyak global) kembali di atas US$90 per barel. Menurut CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada September turun dari di atas 70% bulan lalu menjadi di bawah 40% sekarang. Perubahan tajam ini menunjukkan pasar bersiap pada skenario “higher for longer” (suku bunga tinggi bertahan lebih lama).

Bagi trader derivatif (instrumen turunan—kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan), ini mengarah pada posisi untuk potensi kenaikan lanjutan DXY, yang disebut sedang bertahan di atas 104,50. Membeli call option (opsi beli—hak, bukan kewajiban, untuk membeli di harga tertentu) dengan strike 105,50 atau 106,00 bisa menjadi strategi untuk memanfaatkan momentum naik. Opsi ini memberi risiko terukur (kerugian maksimum biasanya sebatas premi/biaya opsi) bila dolar melanjutkan kenaikan dalam beberapa pekan.

Sebaliknya, dolar yang lebih kuat biasanya menekan mata uang lain, terutama euro. Pertimbangkan put option (opsi jual—hak untuk menjual di harga tertentu) pada pasangan EUR/USD, yang cenderung bergerak berlawanan arah dengan Indeks Dolar. Mengacu pada siklus kenaikan suku bunga 2022, euro sempat turun saat The Fed memperketat kebijakan, sehingga dapat menjadi rujukan untuk kondisi saat ini.

Fokus pasar kini menuju rilis risalah rapat FOMC April pada Rabu. Pasar akan mencari pernyataan yang menegaskan sikap lebih hawkish (cenderung mendukung pengetatan/kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi) dari pembuat kebijakan. Komentar yang menegaskan inflasi masih menjadi perhatian utama berpotensi menjadi pemicu berikutnya bagi penguatan dolar.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code