This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

BNY Batalkan Proyeksi Pemangkasan Suku Bunga The Fed karena Risiko Hormuz dan Ketahanan Pasar Kerja Isyaratkan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

by VT Markets
/
May 19, 2026

Para ahli strategi BNY John Velis dan David Tam membatalkan perkiraan mereka soal dua kali pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) hingga akhir tahun ini. Kini mereka memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tanpa perubahan sampai akhir tahun, dengan pelonggaran ditunda hingga 2027 jika harga minyak dan biaya bahan baku lain stabil pada saat itu.

Perubahan ini dikaitkan dengan gangguan yang masih berlangsung di Selat Hormuz serta pasar tenaga kerja AS yang tidak melemah seperti yang diperkirakan. Mereka sebelumnya mengasumsikan selat tersebut akan kembali normal sebelum Agustus dan kondisi kerja akan melunak, tetapi keduanya belum terjadi.

Pendorong Pergeseran Kebijakan

Mereka menyatakan bahwa jika pelayaran di Teluk Persia kembali normal lebih cepat, pemangkasan suku bunga bisa menyusul segera setelahnya. Mereka juga mencatat bahwa menjelang Juni, hampir tidak ada tanda meredanya ketegangan dari kedua pihak.

Dalam pandangan terbaru mereka soal pasar tenaga kerja, pertumbuhan pekerjaan tetap datar atau lemah tanpa gelombang pemutusan hubungan kerja besar, sehingga tingkat pengangguran bertahan di kisaran 4,1%–4,4%. Dengan imbal hasil obligasi yang naik dan peluang inflasi lebih tinggi, mereka menilai ruang gerak The Fed untuk melonggarkan kebijakan terbatas tanpa kenaikan pengangguran.

Dengan realitas baru bahwa The Fed kemungkinan tetap “menahan” suku bunga, posisi investasi terkait suku bunga sebaiknya segera disesuaikan. Pasar sudah cepat melakukan penyesuaian harga: kontrak futures (kontrak berjangka, yaitu perjanjian transaksi di masa depan) untuk rapat The Fed Desember 2026 kini hanya menunjukkan peluang pemangkasan sekitar 15%, turun dari lebih dari 70% bulan lalu. Ini mengisyaratkan untuk melepas sisa posisi yang bertaruh pada turunnya suku bunga dan mempertimbangkan strategi yang diuntungkan jika suku bunga tetap tinggi, seiring imbal hasil Treasury 10 tahun (obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun) naik lagi mendekati 4,95%, level “resistance” (area harga yang sering menahan kenaikan) yang dipantau ketat pada 2025.

Laporan ketenagakerjaan terbaru dari Bureau of Labor Statistics (BLS/lembaga statistik tenaga kerja AS) mendukung pergeseran yang lebih “hawkish” (cenderung ketat/lebih mementingkan pengetatan untuk menekan inflasi), dengan nonfarm payrolls (NFP/jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian, indikator utama pasar kerja) hanya bertambah 55.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,2%. Ini menciptakan situasi sulit: ekonomi terlalu lemah untuk dirayakan, tetapi belum cukup lemah untuk memaksa The Fed memangkas suku bunga. Dengan pasar kerja yang lesu, fokus The Fed tetap pada inflasi yang dipicu biaya bahan baku.

Penempatan Posisi untuk Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Lingkungan ini menjadi tekanan bagi saham, sehingga strategi opsi defensif kini lebih masuk akal. Ketidakpastian soal kemungkinan kenaikan suku bunga—jika inflasi bertahan—mendorong VIX (indeks volatilitas, sering disebut “indeks ketakutan” pasar) naik ke 19,5. Bisa dipertimbangkan membeli put option (opsi jual, instrumen untuk mendapatkan keuntungan/ perlindungan saat harga turun) pada indeks yang sensitif terhadap suku bunga seperti Nasdaq 100 untuk lindung nilai terhadap risiko penurunan dalam beberapa pekan ke depan.

Gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz tetap menjadi pendorong utama perubahan kebijakan ini dan bisa diperdagangkan secara langsung. Ketegangan yang berlanjut membuat Brent crude futures (kontrak berjangka minyak Brent) untuk pengiriman Juli bertahan di atas US$110 per barel, level yang tidak terlihat sejak guncangan pasokan akhir 2025. Posisi bullish (bertaruh harga naik) pada minyak melalui futures atau call option (opsi beli, instrumen untuk mendapat keuntungan jika harga naik) dapat menjadi cara memanfaatkan premi risiko geopolitik yang bertahan.

Suku bunga AS yang tinggi lebih lama membuat dolar lebih menarik dibanding mata uang lain. Kami melihat peluang untuk mengambil posisi long pada U.S. Dollar Index (DXY/indeks nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama). Transaksi ini berpotensi untung dari melebaranya selisih ekspektasi suku bunga antara AS dan negara lain.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code