Krone Norwegia (NOK) menguat terhadap euro (EUR) dan dolar AS (USD) dalam beberapa bulan terakhir, dengan kenaikan lebih cepat sejak awal tahun. Penguatan ini bertambah setelah pecah perang di Iran, karena Norwegia adalah eksportir bersih minyak dan gas (lebih banyak menjual ke luar negeri daripada membeli).
Pergerakan ini terjadi saat Amerika Serikat melontarkan tuduhan manipulasi mata uang (upaya sengaja melemahkan atau menguatkan kurs agar menguntungkan perdagangan). Penilaian dalam laporan menyebut tuduhan tersebut lemah.
Prospek Krone Norwegia
Laporan memperkirakan NOK akan mempertahankan sebagian besar penguatannya selama guncangan harga energi (lonjakan harga energi akibat konflik) masih berlangsung. Laporan juga memperkirakan akan ada koreksi (penurunan kembali setelah kenaikan tajam) ketika akhir perang makin jelas.
Bahkan setelah perang, harga minyak dan gas diperkirakan turun secara bertahap. Karena itu, laporan menilai NOK tetap punya penopang (tetap didukung faktor fundamental) meski melemah dari level terbaru.
Kami melihat tahun lalu krone Norwegia menguat besar terhadap euro dan dolar AS. Pergerakan ini dipercepat oleh guncangan harga energi dari perang di Iran, yang menguntungkan Norwegia sebagai eksportir energi utama. Pada puncak konflik pada pertengahan 2025, harga minyak Brent (patokan harga minyak global dari Laut Utara) melonjak melampaui US$120 per barel, mendorong NOK menjadi sangat kuat.
Implikasi Trading dan Strategi
Seperti diperkirakan, koreksi terjadi setelah konflik mereda dan harga energi stabil. Dengan Brent kini diperdagangkan mendekati US$85 per barel per Mei 2026, premi risiko geopolitik (tambahan pengaruh harga karena ketidakpastian perang) memudar. Kurs EUR/NOK (berapa NOK untuk membeli 1 EUR) naik dari titik terendah 2025 sekitar 10,50 ke level yang lebih normal 11,70.
Untuk beberapa pekan ke depan, strateginya bukan lagi bertaruh pada penguatan NOK semata. Trader sebaiknya mempertimbangkan bahwa NOK kini lebih sensitif terhadap perbedaan suku bunga (selisih tingkat bunga antarnegara yang memengaruhi arus modal). Karena inflasi Norwegia turun ke 3,2% dan lebih dekat ke target Norges Bank (bank sentral Norwegia), pemotongan suku bunga bisa lebih cepat diperhitungkan pasar dibanding bank sentral lain, sehingga berpotensi membatasi kenaikan NOK.
Karena itu, strategi opsi (instrumen derivatif yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu) yang diuntungkan oleh volatilitas lebih rendah (naik-turun harga yang makin kecil) dan EUR/NOK yang bergerak dalam kisaran (range-bound: naik-turun di rentang sempit) bisa menarik. Menjual strangle atau straddle (strategi opsi untuk mencari keuntungan dari premi saat pergerakan harga cenderung tidak besar) dapat efektif, karena penggerak utama bergeser dari guncangan geopolitik ke faktor ekonomi yang lebih tenang. Kami menilai fase NOK berkinerja jauh lebih kuat akibat krisis energi sudah berlalu.