Perubahan ketenagakerjaan Inggris selama tiga bulan naik menjadi 148 ribu pada Maret. Angka sebelumnya 25 ribu.
Pembaruan ini merujuk pada perubahan jumlah orang yang bekerja dalam periode tiga bulan. Data ini dilaporkan untuk Maret di Inggris.
Sinyal Pasar Tenaga Kerja Inggris Makin Ketat
Data ketenagakerjaan Inggris yang kuat pada Maret, melonjak ke 148 ribu, menegaskan tren pasar tenaga kerja yang makin ketat. Meski data ini sudah berusia dua bulan, ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Inggris masih bergerak cukup kuat. Kekuatan ini menjadi faktor penting bagi keputusan Bank of England (BoE/bank sentral Inggris) berikutnya.
Data pekerjaan ini membuat angka inflasi terbaru semakin penting untuk strategi. Rilis terbaru Office for National Statistics (ONS/badan statistik pemerintah Inggris) menunjukkan CPI (Consumer Price Index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi) April bertahan di 2,4%, masih di atas target BoE 2%. Kombinasi pasar tenaga kerja yang panas dan inflasi yang sulit turun ini menurunkan peluang pemangkasan suku bunga pada awal musim panas.
Bagi pelaku pasar yang memperdagangkan derivatif suku bunga (instrumen turunan untuk mengambil posisi atas arah suku bunga), ini berarti perlu meninjau ulang kontrak futures SONIA untuk kuartal ketiga dan keempat. SONIA (Sterling Overnight Index Average) adalah suku bunga acuan overnight di Inggris; futures SONIA adalah kontrak yang mencerminkan ekspektasi suku bunga kebijakan ke depan. Pasar kemungkinan terus menghapus ekspektasi penurunan suku bunga yang sempat diyakini beberapa bulan lalu. Sikap “hawkish” BoE (cenderung menahan/menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) pada rapat 9 Mei, saat menahan suku bunga di 5,25%, mendukung sikap hati-hati ini.
Di pasar valuta asing, gambaran ini masih mendukung penguatan pound. Implied volatility (perkiraan volatilitas yang tersirat dari harga opsi) pada opsi GBP/USD meningkat saat pelaku pasar menilai perbedaan arah kebijakan BoE dan Federal Reserve AS yang berpotensi lebih “dovish” (cenderung menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan). Ini membuka peluang strategi yang diuntungkan saat pound menguat terhadap mata uang dengan prospek ekonomi lebih lemah.
Ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan yang lesu dan kekhawatiran resesi yang banyak mewarnai 2025. Saat itu, pasar memperkirakan beberapa kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2026. Data terbaru, yang menunjukkan PDB (GDP/Produk Domestik Bruto, ukuran total aktivitas ekonomi) Inggris tumbuh 0,5% pada kuartal pertama tahun ini, mengubah pandangan tersebut.
Posisi Pasar dan Data Penting Berikutnya
Karena itu, posisi pasar sebaiknya tetap mengantisipasi kekuatan ekonomi Inggris, yang bisa mendorong volatilitas lebih tinggi pada FTSE 100 (indeks saham utama di Bursa London). Ekonomi yang kuat mendukung saham, tetapi risiko suku bunga bertahan tinggi lebih lama menambah ketidakpastian. Data kunci berikutnya adalah laporan ketenagakerjaan selanjutnya dan angka inflasi Mei, yang penting untuk keputusan BoE pada Agustus.
Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.