Euro naik 0,26% pada akhir sesi Amerika Utara seiring dolar AS melemah. EUR/USD diperdagangkan di 1,1654 setelah memantul dari 1,1608.
Sentimen pasar netral karena berita soal Iran memengaruhi perdagangan. Donald Trump mengatakan AS akan menunda serangan ke Iran untuk melanjutkan perundingan, sementara WTI (patokan harga minyak West Texas Intermediate) masih naik lebih dari 1%.
Pasar Merespons Sinyal Geopolitik dan Suku Bunga
Data inflasi AS pekan lalu membuat pasar lebih banyak memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS), bukan pemangkasan. Imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun (obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun) turun 1 basis point (0,01%) ke 4,585% setelah naik pada Jumat.
Data Prime Terminal menunjukkan peluang 50% untuk kenaikan suku bunga AS menuju akhir 2026. Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan pasar tenaga kerja stabil, serta memperingatkan pemangkasan suku bunga bisa mendorong inflasi naik lagi.
Kevin Warsh dijadwalkan dilantik sebagai Ketua The Fed pada Jumat, 22 Mei, di Gedung Putih. Di kawasan euro, tidak ada data utama, tetapi jajak pendapat Reuters mengarah pada ekspektasi kenaikan suku bunga ECB (European Central Bank/bank sentral zona euro) pada Juni dan setidaknya satu kali lagi setelah itu.
EUR/USD menghadapi resistensi (batas kenaikan) di dekat SMA (simple moving average/rata-rata pergerakan sederhana) 200-, 100-, dan 20-hari di 1,1681, 1,1703, dan 1,1707. Support (batas penurunan) berada di sekitar 1,1600, lalu 1,1505, dengan resistensi di sekitar 1,1750/1,1760 dan 1,1800.
Struktur Transaksi dan Manajemen Risiko
Penundaan serangan ke Iran memberi ketenangan sementara, tetapi ini bisa menjadi momentum untuk mengantisipasi volatilitas (naik-turun harga) yang lebih tinggi akibat risiko geopolitik. Indeks volatilitas minyak, OVX (ukur volatilitas opsi minyak), sudah naik 15% bulan ini, mencerminkan ketegangan yang berlanjut. Untuk perlindungan (hedging) dari lonjakan harga mendadak jika situasi memburuk, bisa digunakan opsi (kontrak hak beli/jual) atas futures minyak mentah (kontrak berjangka) atau ETF energi (reksa dana indeks yang diperdagangkan di bursa).
ECB terlihat akan tetap pada rencana kenaikan suku bunga Juni, terutama karena inflasi inti (core inflation, inflasi di luar komponen yang bergejolak seperti energi dan pangan) zona euro masih bertahan di 3,1%. Investor kini memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan suku bunga ECB hingga akhir tahun, yang bisa menopang euro terhadap dolar. Ini memperkuat alasan mempertahankan posisi long EUR (bertaruh euro naik) melalui derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures).
Faktor paling tidak pasti bagi dolar AS adalah Kevin Warsh yang mengambil alih The Fed pada Jumat ini, dan rekam jejaknya mengarah pada sikap hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi). Pergantian ini terjadi setelah CPI AS (Consumer Price Index/indeks harga konsumen) pekan lalu menunjukkan inflasi masih di atas 3,5%, sehingga pernyataan Goolsbee menjadi relevan. Ketidakpastian sebelum pernyataan publik pertamanya membuat pembelian opsi call EUR/USD berjangka pendek (hak membeli pada harga tertentu dalam waktu dekat) menjadi strategi yang menarik.
Level teknikal dapat digunakan untuk menyusun transaksi. Membuat call spread (strategi opsi dengan membeli call dan menjual call di level lebih tinggi untuk membatasi biaya dan keuntungan) dengan strike (harga kesepakatan) di atas rata-rata pergerakan 1,1707 dapat menangkap potensi breakout (penembusan) menuju 1,1800. Sementara itu, membeli opsi put (hak menjual) dengan strike di bawah 1,1600 memberi cara lindung nilai dengan risiko terukur bila turun menuju level terendah April di 1,1505.