This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Dolar Australia Menguat Tipis saat Dolar AS Melemah; Data China dan Risalah Rapat RBA Jadi Sorotan

by VT Markets
/
May 18, 2026

Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS pada Senin karena Greenback (sebutan untuk Dolar AS) melemah setelah sempat pulih belakangan ini. AUD/USD diperdagangkan di dekat 0,7160, naik 0,15% saat artikel ini ditulis.

Permintaan terhadap Dolar AS turun seiring sentimen pasar membaik, didorong harapan kemajuan menuju kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut pembicaraan terkait proposal perdamaian masih berlangsung, sehingga permintaan terhadap aset safe haven (aset “pelarian” yang biasanya diburu saat ketidakpastian tinggi, seperti Dolar AS) berkurang.

Pelemahan Dolar dan Sentimen Risiko

US Dollar Index (DXY) turun setelah gagal mempertahankan kenaikan awal terhadap sekeranjang mata uang utama. Indeks ini mengukur kekuatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang besar. Pasar juga memantau perkembangan di Timur Tengah setelah serangan drone (pesawat tanpa awak), sementara komentar Presiden AS Donald Trump membuat pelaku pasar tetap waspada.

Kenaikan Dolar Australia tertahan oleh data China yang lemah, yang memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi. Penjualan Ritel (Retail Sales) China naik 0,2% (year on year/yoy, dibandingkan periode yang sama tahun lalu) pada April, jauh di bawah perkiraan 2%, dan Produksi Industri (Industrial Production) tumbuh 4,1% dibandingkan proyeksi 5,9%.

Perhatian kini beralih ke rilis data Australia pada Selasa, termasuk risalah rapat Reserve Bank of Australia (RBA, bank sentral Australia) dan Westpac Consumer Confidence (indeks kepercayaan konsumen). Laporan ini dapat memengaruhi pergerakan AUD dalam jangka pendek.

Kekuatan Struktural yang Menggerakkan Pasangan Ini

Kekhawatiran terhadap data China yang lemah kini menjadi tekanan jangka panjang bagi Dolar Australia. Data terbaru China menunjukkan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/GDP, ukuran total nilai barang dan jasa yang dihasilkan) bertahan di 5,3%, tetapi masalah yang mengakar di sektor properti terus menekan permintaan untuk ekspor utama Australia seperti bijih besi. Perlambatan struktural ini menjadi alasan utama AUD sulit kembali kuat.

RBA mempertahankan suku bunga acuannya (cash rate, suku bunga patokan) di 4,35% selama beberapa bulan untuk memastikan inflasi tetap turun di sekitar 3,1%. Fokus pasar adalah selisih imbal hasil (yield differential, perbedaan tingkat bunga/imbal hasil antarnegara). Suku bunga kebijakan Federal Reserve (bank sentral AS) yang lebih tinggi di 5,25% membuat aset berbasis Dolar AS lebih menarik, sehingga membatasi kenaikan besar AUD.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code