Indeks Harga Rumah Rightmove Inggris secara tahunan (year-on-year/yoy: dibandingkan bulan yang sama tahun lalu) naik menjadi -0,3% pada Mei, dari -0,9% sebelumnya.
Ini menunjukkan laju perubahan tahunan masih negatif, tetapi penurunannya mulai mereda dibandingkan data sebelumnya.
Melambatnya penurunan harga rumah secara tahunan mengindikasikan pasar properti mendekati titik terendah. Ini menurunkan risiko perlambatan ekonomi tajam akibat kejatuhan pasar perumahan (housing crash: penurunan harga rumah besar dan cepat yang menekan konsumsi serta sektor keuangan), yang menjadi kekhawatiran utama sepanjang 2025. Karena itu, posisi yang bertaruh pada pelemahan ekonomi Inggris yang jauh lebih dalam perlu disesuaikan.
Stabilisasi ini dapat membuat Bank of England (BoE) punya lebih sedikit alasan untuk kembali memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. BoE sempat menahan pelonggaran awal tahun ini setelah inflasi lebih sulit turun dari perkiraan (stickier: inflasi bertahan lebih tinggi/lebih lama). Data CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen: ukuran inflasi utama) April terbaru menunjukkan inflasi masih 2,1%. Pasar derivatif (derivative markets: pasar kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan seperti suku bunga/kurs) yang sebelumnya “mematok” penurunan suku bunga agresif mungkin perlu menyesuaikan harga, sehingga membuka peluang pada futures SONIA (kontrak berjangka SONIA: instrumen untuk mengambil posisi atas ekspektasi suku bunga jangka pendek Inggris berbasis SONIA, suku bunga semalam acuan).
Pasar perumahan yang lebih stabil dan bank sentral yang kurang dovish (dovish: cenderung pro-penurunan suku bunga/lebih longgar) mendukung pound. Sterling telah menguat lebih dari 2% terhadap euro sejak Maret, dan tren ini bisa berlanjut. Posisi long GBP (long: mengambil posisi diuntungkan jika nilai naik) dapat dipertimbangkan terhadap mata uang dengan bank sentral yang lebih aktif memangkas suku bunga.
Kabar ini positif untuk pengembang perumahan Inggris dan bank, yang sebelumnya tertekan. Berdasarkan pola transaksi 2025, sektor-sektor ini bereaksi kuat terhadap sinyal puncak suku bunga (rate peaks: indikasi suku bunga sudah mencapai level tertinggi sebelum turun). Opsi (options: kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) atas indeks FTSE 250, yang lebih sensitif terhadap ekonomi domestik, dapat digunakan untuk memposisikan diri pada pemulihan bertahap.