This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Pound Melemah Seiring Gejolak Starmer Picu Ketidakpastian Fiskal; Commerzbank Prediksi EUR/GBP Naik

by VT Markets
/
May 15, 2026

Ketegangan politik di Inggris meningkat, dengan pengunduran diri dan pembicaraan soal pergantian pemimpin yang menambah tekanan pada Perdana Menteri Keir Starmer. Hal ini meningkatkan ketidakpastian terhadap kebijakan fiskal ke depan (kebijakan pemerintah terkait belanja negara, pajak, dan defisit).

Pound melemah, dan ketidakstabilan politik dikaitkan dengan pergerakan ini. Rencana kebijakan dari calon pengganti masih belum jelas.

Commerzbank menilai pasar belum sepenuhnya memasukkan risiko-risiko ini ke dalam harga aset. Bank tersebut memproyeksikan EUR/GBP akan naik dalam beberapa pekan ke depan.

Dengan tekanan yang kian menguat terhadap Perdana Menteri Starmer, situasi politik Inggris menjadi faktor utama bagi pasar valuta asing. Pengunduran diri Menteri Keuangan akibat perbedaan pandangan soal kebijakan fiskal telah sangat melemahkan posisi Perdana Menteri, dan kami meragukan ia dapat bertahan lama. Kondisi ini jelas negatif bagi pound.

Masalahnya ada dua: ketidakpastian politik jarang menguntungkan mata uang, dan sama sekali tidak jelas kebijakan fiskal apa yang akan diterapkan oleh calon pengganti. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun—disebut “gilt” (surat utang pemerintah Inggris)—sudah memperlebar selisih (spread: perbedaan yield) terhadap obligasi pemerintah Jerman—disebut “bund” (surat utang pemerintah Jerman)—sebesar 15 basis poin pekan ini. Basis poin adalah 0,01%, jadi 15 basis poin = 0,15%. Ini menunjukkan pelaku pasar obligasi mulai menuntut premi risiko lebih tinggi (tambahan imbal hasil sebagai kompensasi risiko). Sinyal ini berarti ketidakstabilan mulai dihitung dalam harga aset Inggris.

Pasar masih mengingat krisis pasar gilt pada akhir 2022, yang menunjukkan betapa cepatnya kepercayaan investor bisa hilang ketika kredibilitas kebijakan fiskal diragukan. Ketegangan internal dan tidak adanya rencana ekonomi yang jelas saat ini mengingatkan pada awal gejolak tersebut, berlawanan dengan stabilitas setelah pemilu 2024. Kemiripan ini menunjukkan langkah yang salah berikutnya dapat memicu reaksi pasar yang jauh lebih besar.

Meski pound baru-baru ini melemah, kami menilai risiko politik ini belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan naik-turunnya harga yang tersirat dari harga opsi) tenor satu bulan pada opsi EUR/GBP naik ke 8,9%, tertinggi tahun ini, menandakan trader bersiap menghadapi pergerakan yang lebih besar. Namun, harga spot (harga saat ini di pasar) belum menembus naik secara tegas.

Karena itu, kami tetap memperkirakan EUR/GBP akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) dapat mempertimbangkan posisi untuk pelemahan sterling lebih lanjut, misalnya membeli opsi call EUR/GBP (opsi untuk membeli pada harga tertentu) agar bisa diuntungkan jika kurs naik, dengan risiko yang terbatas. Ketidakpastian ini menciptakan bias arah yang jelas melawan pound.

Pandangan ini diperkuat oleh data kilat PMI Manufaktur (Purchasing Managers’ Index: indeks survei aktivitas bisnis; di bawah 50 berarti aktivitas menyusut) yang turun tak terduga ke wilayah kontraksi di 48,9 pada Mei. Ekonomi yang melemah menjadi latar yang buruk di tengah krisis politik, sehingga pound rentan terhadap guncangan lanjutan.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code