This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Pound Sterling Melemah saat Gejolak Politik Inggris dan Sentimen Risk-Off Membebani GBP/USD

by VT Markets
/
May 15, 2026

GBP/USD menarik penjual pada perdagangan Asia Jumat, melemah ke sekitar 1,3365 seiring Pound Sterling (mata uang Inggris) turun terhadap Dolar AS. Pergerakan ini dikaitkan dengan ketidakpastian politik Inggris dan kondisi pasar *risk-off* (pelaku pasar menghindari aset berisiko dan memilih aset yang dianggap lebih aman).

Menteri Kesehatan Wes Streeting mengundurkan diri, dengan alasan hilangnya kepercayaan pada Perdana Menteri Keir Starmer. Starmer menghadapi gejolak di Partai Buruh setelah hasil buruk dalam pemilu lokal di Inggris serta pemilu parlemen di Skotlandia dan Wales pekan lalu.

Pada Kamis, GBP/USD turun 0,9% dan menembus di bawah 1,3500, merosot dari puncak sesi ke sekitar 1,3395. Pasangan ini mengikuti tren turun beberapa pekan dari puncak awal Maret dan ditutup dekat level terendah harian.

Tekanan politik terhadap Starmer meningkat setelah kekalahan Partai Buruh pada pemilu lokal 7 Mei, dengan empat menteri kabinet mundur pekan ini, termasuk Menteri Perlindungan (Safeguarding) Jess Phillips. Hampir 100 anggota parlemen (MP) dari Partai Buruh meminta Starmer mundur atau menetapkan jadwal pengunduran diri, sementara 111 MP menandatangani pernyataan dukungan.

Data Inggris tidak banyak membantu Pound: PDB (GDP) kuartal I naik 0,6% QoQ (dibanding kuartal sebelumnya) dan 1,1% YoY (dibanding periode yang sama tahun lalu), di bawah perkiraan 0,8%. Produksi Manufaktur Maret naik 1,2% MoM (dibanding bulan sebelumnya) melampaui perkiraan -0,2%.

Data Claimant Count Change (perubahan jumlah klaim tunjangan pengangguran), Employment Change (perubahan jumlah orang yang bekerja), dan Average Earnings (rata-rata upah) Inggris dijadwalkan rilis Selasa depan.

Kita diingatkan pada dinamika pasar pada periode yang sama tahun lalu, Mei 2025, ketika gejolak politik bisa sepenuhnya menutupi dasar ekonomi yang kuat. Saat itu Pound jatuh tajam terhadap Dolar, menembus di bawah 1,3400, meski data PDB Inggris dan manufaktur melampaui perkiraan. Pemicunya adalah krisis di tubuh Partai Buruh, yang menunjukkan stabilitas politik adalah faktor utama bagi pelaku pasar valuta asing.

Pelajaran ini relevan hari ini, karena kini muncul ketidakpastian terkait kepemimpinan Partai Konservatif menjelang pemilu nasional tahun depan. Survei Ipsos bulan ini menunjukkan tingkat persetujuan terhadap pemerintah turun ke 27%, terendah sejak pergantian pemimpin terakhir. Latar ini membuat berita politik negatif berpotensi memicu aksi jual, seperti yang terjadi pada 2025.

Bagi pedagang derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures), ini berarti perlu mengantisipasi kenaikan *implied volatility* (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) dalam beberapa pekan ke depan. Strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga tajam tanpa peduli arah, seperti membeli *straddle* (membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada strike dan jatuh tempo yang sama) atau *strangle* (membeli opsi beli dan opsi jual pada strike berbeda) di GBP/USD, bisa dipertimbangkan. Ini juga saat penting menggunakan opsi untuk *hedging* (lindung nilai) atas posisi beli Pound agar terlindungi dari guncangan politik mendadak.

Berdasarkan data historis, CBOE British Pound Volatility Index (BPVIX) — indeks yang mengukur perkiraan volatilitas Pound dari harga opsi — melonjak lebih dari 15% pada pekan kekacauan politik Mei 2025. Indeks saat ini berada di 9,2, relatif tenang, namun arus politik mengindikasikan level ini terlalu rendah dan bisa melonjak ke 11–12 jika muncul sinyal tantangan kepemimpinan.

Dari sisi AS, sikap hati-hati terhadap Pound menguat karena inflasi AS April bertahan di 3,6%, sedikit di atas perkiraan. Ini membuat Federal Reserve belum memberi sinyal pemangkasan suku bunga, sehingga Dolar tetap kuat. Perbedaan arah kebijakan ekonomi ini menjadi tekanan dasar (*headwind*, faktor penghambat) bagi GBP/USD.

Karena itu, fokus utama ada pada berita politik dari Inggris, yang kemungkinan lebih berdampak daripada rilis data ekonomi terdekat. Jika menembus di bawah level dukungan psikologis 1,3300 (angka bulat yang sering menjadi acuan pelaku pasar), penurunan lanjutan bisa membesar. Pelaku pasar perlu siap menghadapi pergerakan cepat dan mengelola risiko, karena sentimen saat ini lebih kuat daripada angka ekonomi.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code