Ahli strategi Rabobank, Michael Every, menggambarkan China sebagai pemain kunci dalam geopolitik dan keuangan global saat ini. Tulisan ini membahas kunjungan Donald Trump ke Beijing, kemungkinan hasil pembicaraan AS–China, serta perdebatan apakah “Grand Bargain” mungkin terjadi. “Grand Bargain” berarti kesepakatan besar yang menyelesaikan banyak isu sekaligus—bukan hanya satu-dua topik—dan dapat mengubah arah hubungan politik dan ekonomi.
Trump bepergian untuk bertemu Xi bersama “rombongan CEO miliarder” dan menulis di Air Force One bahwa ia akan meminta Xi “untuk ‘membuka’ China agar orang-orang brilian ini bisa menunjukkan kemampuan mereka”. Artikel ini juga membandingkan retorika AS dengan “Nixon–Mao 2.0”, yakni kiasan bahwa bisa terjadi “reset” hubungan seperti pembukaan hubungan AS–China pada era Presiden Richard Nixon dan Mao Zedong, sambil mencatat banyak reaksi bergantung pada pandangan orang terhadap Trump.
Kemungkinan hasil yang disebutkan antara lain “Grand Bargain” yang membentuk ulang geopolitik dan geoekonomi (arah dan aturan main ekonomi yang terkait kepentingan negara), atau kesepakatan yang lebih kecil soal tarif, teknologi, dan Taiwan. Artikel ini juga menyinggung keberatan Belanda terhadap usulan AS untuk makin membatasi ASML menjual chip ke pasar China. ASML adalah perusahaan Belanda pembuat mesin litografi, yaitu mesin yang dipakai untuk mencetak pola sangat halus pada wafer agar menjadi chip semikonduktor.
Soal Iran, laporan itu menyebut klaim bahwa China dapat menekan Teheran, sementara The New York Times mengatakan perusahaan-perusahaan China merencanakan penjualan senjata ke Iran. Dalam konteks yang lebih luas, Euroclear mempertimbangkan obligasi China yang diterbitkan di dalam negeri (obligasi “onshore”, diperdagangkan di pasar domestik China), dan upaya Beijing memperluas penggunaan internasional yuan (mata uang China). Euroclear adalah lembaga Eropa untuk penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek, yang membantu perpindahan kepemilikan obligasi/saham secara aman dalam sistem pasar.
Semua orang memahami betapa krusialnya pembicaraan AS–China mendatang, dengan hasil yang bisa berkisar dari “Grand Bargain” hingga “Great Escalation” (eskalasi besar yang memperburuk konflik). Dengan CBOE Volatility Index (VIX) kini berada di sekitar 18 yang tergolong tinggi, sebaiknya membeli opsi untuk bersiap menghadapi pergerakan pasar besar ke salah satu arah. VIX adalah indeks yang mengukur perkiraan volatilitas (besarnya naik-turun harga) pasar saham AS berdasarkan harga opsi S&P 500. Opsi adalah kontrak derivatif (produk turunan) yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu. Ketidakpastian saat ini terlalu besar untuk sekadar mengambil posisi beli (long) atau jual (short) pasar. Long berarti bertaruh harga naik, short berarti bertaruh harga turun.
Fokus pada dorongan China memperluas penggunaan yuan penting bagi pelaku pasar valuta asing. Valuta asing adalah perdagangan tukar-menukar mata uang. Mengingat porsi yuan dalam pembayaran global via SWIFT baru-baru ini melampaui 5,5%, naik dari sedikit di atas 4,5% tahun lalu, reaksi yuan terhadap kesepakatan apa pun bisa sangat tajam. SWIFT adalah jaringan pesan antarbank yang digunakan untuk instruksi pembayaran lintas negara. Perlu mempertimbangkan strategi membeli straddle pada yuan offshore (USD/CNH) guna memanfaatkan kemungkinan “pecah dari kisaran sempit” yang terjadi belakangan. Yuan offshore adalah yuan yang diperdagangkan di luar daratan China (umumnya di Hong Kong), dengan kode CNH; sedangkan CNY biasanya untuk pasar dalam negeri. Straddle adalah strategi membeli dua opsi sekaligus—opsi beli (call) dan opsi jual (put)—pada harga acuan yang sama, untuk mencari untung dari pergerakan besar ke atas atau ke bawah.
Pasar masih mengingat guncangan tajam akibat pengumuman tarif sepanjang 2025, sehingga lebih berhati-hati terhadap saham sekarang. Pembicaraan ini akan langsung memengaruhi indeks, sehingga derivatif pada S&P 500 dan indeks Hang Seng Hong Kong menjadi alat penting untuk lindung nilai atau spekulasi. Lindung nilai berarti mengurangi risiko kerugian, sedangkan spekulasi berarti mengambil risiko untuk mencari untung. Derivatif adalah kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan (misalnya indeks), seperti futures dan opsi. Diperkirakan volatilitas tersirat pada opsi indeks akan naik mendekati tanggal pertemuan. Volatilitas tersirat adalah perkiraan volatilitas yang “tercermin” dari harga opsi—bukan volatilitas historis.
Sektor teknologi, khususnya semikonduktor, tetap menjadi medan utama. Dengan Belanda masih ditekan terkait penjualan ASML, pergerakan tajam pada ETF teknologi patut diantisipasi. ETF (exchange-traded fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa seperti saham, biasanya mengikuti indeks atau sektor tertentu. Opsi digunakan untuk menempatkan posisi pada hasil yang serba “ya atau tidak” (binary), yakni teknologi bisa reli jika ada kompromi atau turun tajam jika pembatasan makin ketat.
Potensi pengaruh China terhadap Iran menambah sudut pandang pasar energi. Isyarat bahwa Beijing menekan Teheran dapat sementara menahan harga minyak, sedangkan laporan kelanjutan penjualan senjata bisa menambah premi risiko. Premi risiko adalah tambahan harga yang muncul karena peningkatan ketidakpastian atau risiko geopolitik. Ini membuat derivatif pada minyak WTI menjadi cara yang berguna untuk memperdagangkan dampak geopolitik dari negosiasi utama AS–China. WTI (West Texas Intermediate) adalah patokan harga minyak mentah AS yang banyak dipakai dalam kontrak berjangka.