This website is for a different region.

The content here might not be relevant fo you.
Would you like to visit the North America website?

Wells Fargo: CPI AS Diperkirakan Tetap Kuat, Memperkuat Suku Bunga Tinggi Lebih Lama saat Harga Energi dan Jasa Menekan

by VT Markets
/
May 9, 2026

Wells Fargo Economics memperkirakan CPI (Indeks Harga Konsumen/ukuran inflasi) AS pada April akan menguat, dengan inflasi utama (headline/angka total termasuk energi dan pangan) mendekati 3,8% secara tahunan (year on year/yoy), dan inflasi inti (core/tanpa komponen energi dan pangan yang lebih bergejolak) mendekati 2,9% yoy. Proyeksinya, CPI headline naik 0,63% secara bulanan (month on month/mom) dan CPI core naik 0,50% mom.

Harga energi yang terkait konflik Timur Tengah diperkirakan tetap tinggi dan menular (spillover/efek rambatan) ke area inflasi lain. Layanan inti (core services/jasa di luar barang) diperkirakan menjadi pendorong utama kenaikan bulanan.

Prospek Inflasi Hunian Utama

Inflasi hunian utama (primary shelter/biaya tempat tinggal utama seperti sewa dan biaya terkait rumah) diperkirakan naik dua kali lipat dari laju terbaru pada April karena pembalikan dampak masalah survei akibat penutupan sementara pemerintah (government shutdown/pengehentian sebagian layanan pemerintah). Setelah itu, inflasi hunian diperkirakan kembali melandai mulai Mei, mengacu pada ukuran sewa real-time (data sewa terkini yang lebih cepat menangkap perubahan harga sewa).

Layanan di luar hunian (services excluding shelter/jasa selain biaya tempat tinggal) diperkirakan tetap kuat, dengan biaya bahan bakar jet yang lebih tinggi mendorong tarif penerbangan naik. Wells Fargo tetap memperkirakan CPI core bertahan dekat 3,0% yoy sepanjang tahun ini.

Lembaga itu mencatat perlambatan pertumbuhan upah mengurangi daya beli konsumen dan bisa membatasi kemampuan perusahaan meneruskan kenaikan biaya (pass-through/menaikkan harga jual untuk menutup biaya). Ini diperkirakan menahan inflasi pada akhir tahun, meski tekanan inflasi masih kuat.

Implikasi Posisi Pasar

Kekhawatiran itu pada 2025 terbukti, karena inflasi hunian tidak turun secepat perkiraan pada paruh kedua tahun tersebut. Layanan inti tetap tinggi, membuat Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) waspada sepanjang 2025. Kinerja ini menunjukkan betapa sulitnya mengembalikan inflasi sepenuhnya terkendali.

Kini, pada Mei 2026, terlihat pola serupa dengan laporan CPI April terbaru yang menunjukkan inflasi headline 3,6% dan inflasi core ternyata tetap kuat di 3,7%. Data terbaru mendukung hal ini: penjualan ritel (retail sales/indikator belanja konsumen) April 2026 naik 0,5% mom, menandakan permintaan konsumen masih kuat. Kondisi ini membuat upaya The Fed mencapai target 2% makin sulit.

Dengan inflasi yang bertahan, strategi yang masuk akal adalah bersiap untuk suku bunga “lebih tinggi lebih lama” (higher-for-longer/suku bunga tetap tinggi lebih lama). Trader dapat mempertimbangkan opsi SOFR (Secured Overnight Financing Rate/acuan suku bunga pasar uang AS berbasis transaksi repo; opsi = kontrak hak beli/jual untuk lindung nilai) untuk lindung nilai terhadap risiko The Fed menunda pemangkasan suku bunga hingga 2027. Pasar futures (kontrak berjangka/kontrak beli-jual standar untuk tanggal mendatang) saat ini hanya memperhitungkan satu kali pemangkasan 25 basis poin (bps/0,01%; 25 bps = 0,25%) hingga akhir 2026, turun tajam dari tiga kali pemangkasan yang diperkirakan beberapa bulan lalu.

Ketidakpastian soal inflasi dan kebijakan The Fed mengindikasikan volatilitas pasar (volatility/naik-turun harga) berpotensi meningkat dalam beberapa pekan ke depan. VIX (indeks volatilitas opsi S&P 500/sering disebut “indeks ketakutan”) saat ini di sekitar 14, level yang mungkin belum sepenuhnya mencerminkan risiko kejutan hawkish (hawkish/pro-suku bunga tinggi atau pengetatan) dari pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee/komite penentu suku bunga The Fed) berikutnya. Membeli opsi call VIX (hak membeli pada harga tertentu) atau futures VIX bisa menjadi lindung nilai portofolio terhadap penurunan pasar mendadak.

Sejalan dengan kekhawatiran 2025 soal rambatan energi, ketegangan geopolitik yang berlanjut masih menopang harga minyak, dengan WTI (West Texas Intermediate/patokan minyak AS) saat ini di atas US$85 per barel. Ini membuka peluang di derivatif energi (produk turunan seperti futures dan opsi). Posisi long (long/bertaruh harga naik) pada futures WTI atau Brent (patokan minyak global), atau membeli opsi call, dinilai sebagai strategi untuk memanfaatkan inflasi yang didorong energi.

see more

Back To Top
server

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

Segera berbual dengan pasukan kami

Chat Langsung

Mulakan perbualan secara langsung melalui...

  • Telegram
    hold Ditangguh
  • Akan datang...

Hai 👋

Bagaimana saya boleh membantu?

telegram

Imbas kod QR dengan telefon pintar anda untuk mula berbual dengan kami, atau klik di sini.

Tidak ada aplikasi Telegram atau versi Desktop terpasang? Gunakan Web Telegram sebaliknya.

QR code